RMOL. Situasi persepakbolaan naÂsioÂÂnal menjelang Kongreslub peÂÂmiÂlihan Exco PSSI 2011-2015, yang akan digelar 9 Juli di hotel SuÂnan, Solo, masih tiÂdak menenÂtu. Ketidak-pasrtian itu yang memÂbuat para pemilik suara dan kanÂdidat Exco PSSI sepertinya masih bersikap “tungÂgu dan liÂhatâ€, paÂdahal peÂlakÂsanaan Kongreslub suÂdah seÂmakin mendekat.
Situasi yang tidak menentu ini tidak hanya membingungkan paÂra pemilik suara mau pun kanÂdidat Exco PSSI empat tahun menÂdatang. Akan tetapi sekaliÂgus membingungkan masyarakat luas, terutama di daerah-daearah. Lebih darupada itu, masyarakat juga mengkhawatirkan kemungÂkinan akan lebih parahnya konÂdisi sepakbola nasional jika InÂdoÂÂnesia dikenai sanksi FIFA jika Kongreslub 9 Juli kembali meÂngÂÂalami kegagalan.
Para pembina dan pemangku kepentingan sepakbola di daerah sudah mengeluhkan semakin tingginya tingkat kekhawatiran masyarakat akan ancaman sanksi FIFA. Seperti dikemukakan oleh Syafli, ketua PS Bungo, Jambi, masyarakat di daerah sebenarnya menginginkan kompetisi sepakÂboÂla di daerah-daerah tetap berjalan.
“Tidak seperti sekarang ini. Kompetisi liga-liga amatir yang melibatkan klub-klub dari daeÂrah-daerah belum bisa dilaksanaÂkan karena masih harus menungÂgu Kongreslub Solo,†jelas Syafli.
PS Bungo adalah satu-satunya klub asal Jambi yang mengeÂnyam prestasi di sepakbola nasional dengan menjuarai kompetisi DiÂvisi II Liga Indonesia 2010-2011. Bungo seharusnya sudah berparÂtisipasi di Divisi I pada muisim kompetisi 2011 ini, namun Badan Liga Sepakbola Amatir Indonesia (BLAI) belum dapat melaksaÂnaÂkannya karena masih harus meÂnunggu kebijakan dari Komite Normalisasi atau kepenguirusan baru PSSI mendatang.
“Masyarakat Jambi mengÂhaÂrapkan Kongreslub berjalan lanÂcar sehingga Indonesia tidak diÂkeÂnai sanksi dan program pemÂbinaan sepakbola daerah-daerah bisa teta berjalan normal,†kata Syafli.
Untuk mendukung suksesÂnya Kongreslub Solo itu, Syafli mengÂÂÂharapkan para pemilik suara seyogyanya memberikan dukuÂngannya pada kandidat Exdco yang sudah direstui FIFA. MenuÂrutnya, tidak perlu mengÂharapkan keputusan baru FIFA mengenai kemungkinan lolosÂnya George Toisutta, yang penÂcalonannya tidak direstui FIFA.
[rm]