Berita

Markis Kido-Hendra Setiawan

Olahraga

Indonesia Open Superseries Premier 201

4 Wakil ‘Merah Putih’ Injak Semifinal

Taufik & Firda Rontok di Perempatfinal
SABTU, 25 JUNI 2011 | 04:09 WIB

RMOL.Tuan rumah Indonesia hanya mampu menem­patkan empat wakilnya di babak semifinal Djarum Indonesia Open Super­series Premier 2011 yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta, kemarin.

Keempat wakil ‘Merah Putih’ itu adalah ganda putra pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan/Bona Sep­tano, ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir dan ganda putri Vita Marisa/Nadya Melati.

Mendapat dukungan penuh para penonton, Kido/Hendra berhasil menyingkirkan ung­gulan pertama asal Denmark, Mathias Boe/Carsten Mogensen 21-13, 22-20. Selanjutnya, pe­raih medali emas Asian Games Guangzhou 2010 itu ditantang unggulan ketiga asal China Cai Yun/Fu Haifeng di semifinal hari ini (Sabtu, 25/6).

“Kemenangan ini jelas mem­buat percaya diri kami naik. Apa­lagi pada beberapa pertandingan sebe­lumnya selalu kalah,” kata Hendra Setiawan seusai pertandingan.

Menurutnya, calon lawan yang akan dihadapi di semi final bu­kan­lah pasangan yang lemah. Se­lama ini mereka sering bertemu, bahkan keunggulan tetap pada ca­lon lawan. Meski demikian, pi­hak­nya tidak mau menyerah be­gitu saja atas pasangan China ter­sebut.

“Peluangnya fifty-fifty. Yang jelas kami akan berusaha mem­berikan yang terbaik, apalagi kami bermain di rumah sendiri,” ujarnya.

Hasil manis juga diikuti pasa­ng­an Ahsan/Bona. Pasangan pe­lat­nas itu berhasil mengalahkan ung­gulan keempat asal Malay­sia, Koo Kien Keat/Tan Boon He­ong 21-19, 21-14. Selanjut­nya, me­reka sudah ditunggu pasangan China, Chai Biao/Guo Zhendong yang mengalahkan pasangan tuan rumah Angga Pratama/Ryan Agung, 21-14, 21-7.

Di ganda putri, Indonesia ha­nya menempatkan satu wakilnya di semifinal setelah pasangan Vita Marissa/Nadya Melati yang me­nang atas pasangan Malaysia, Eei hui Cin/Wong Pei Tty 21-17, 17-21, 21-17. Sedangkan, pasa­ngan Greysia Polii/Meiliana Jau­hari tumbang oleh pasangan Den­mark, Christina Pedersen/Ka­milla Rytter Juhl 21-15, 24-22.

Selanjutnya, Vita/Nadya akan menghadapi pasangan Jepang Fujii Mizuki/Kakiiwa Reika yang mengalahkan rekan sene­garanya Matsuo Shizuka/Naito Nami  15-21, 21-12, 21-15.

Di ganda campuran, pasangan Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir mampu menghentikan pasangan asal China, He Hanbin/Yu Yang (F) 21-19, 24-22. Sebelumnya pasangan ganda campuran tuan rumah yang berpeluang lolos ke semifinal, Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadeth harus me­nye­rah dari pasangan asal Tai­wan, Chen Hung Ling/Cheng Wen Hsing 17-21, 14-21.

Tantowi/Liliyana akan meng­hadapi pasa­ngan Denmark Tho­mas Lay­bourn/Kamilla Rytter yang berhasil  mengalah­kan Sud­ket Prapakamol/Saralee Thoung­thongkam dari Thailand, 21-13, 16-21 dan 22-20.

Sementara itu, tunggal putra terbaik Indonesia, Taufik Hida­yat harus mengakui kehebatan pemain Denmark, Peter Hoeg Gade (Denmark). Taufik kalah 21-17, 21-15.     

“Harus saya akui Peter hari ini tampil lebih baik ketimbang sa­ya. Saya banyak melakukan ke­sa­lahan sendiri, termasuk kontrol bola yang tidak jeli,” kata peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu.

Meski menelan kekalahan, Taufik mengaku tidak terlalu ke­cewa. “Inilah pertandingan, ada yang menang dan ada yang ka­lah. Saya masih akan terus ber­main dan berikutnya akan tampil pada AS Terbuka dan Kejuaraan Dunia. Saya belum berencana berhenti,” ujarnya.

Peter Gade me­ngaku kali ini tampil lebih baik ketimbang Tau­fik sehingga ak­hir­nya me­nang. “Saya respek sa­ma Taufik dan dia merupakan sa­tu di antara teman baik saya. Di ting­katan pemain top dunia sa­ling me­­ngalahkan merupakan hal bia­sa. Masalahnya hanya siapa yang lebih siap hari itu,” kata Gade.

Tentang keluhannya soal pen­jaga garis pada set kedua, Gade menegaskan hal itu bukan masa­lah. “Dalam pertandingan disak­sikan penonton yang demikian fantastis dan sangat gaduh, bisa saja terjadi kesalahan. Saya pikir ini masih wajar,” tambahnya.

Hasil buruk juga terjadi sektor tunggal putri, Adrianti Firdasari yang menjadi wakil Indonesia satu-satunya tumbang setelah di­kalahkan pemain unggulan ke­enam asal China, Yanjiao Jiang 25-23, 21-14. [rm]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya