ilustrasi, Gizi Buruk
ilustrasi, Gizi Buruk
RMOL.Kekurangan gizi masih jadi persoalan serius di Indonesia, terutama pada bayi lima tahun (balita). Untuk mengatasi gizi buruk, pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk pengadaan suplemen Taburia.
Nilai anggaran untuk peÂngaÂdaan Taburia ini naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan taÂhun 2010 yang hanya Rp 4 miliar.
Direktur Bina Gizi, Ditjen Gizi dan Kesehatan Ibu & Anak (KIA) Kementerian KeseÂhatan (KemenÂkes) dr Minarto mengaÂtaÂkan, angÂgarannya meÂningkat karena caÂkupan pemÂberian buÂbuk makanÂan balita tersebut diperluas dari tiga proÂvinsi di sembilan kabupaÂten pada 2010 menjadi enam provinsi di 24 kabupaten pada tahun ini.
“Suplementasi lewat Taburia adalah solusi jangka pendek unÂtuk mengatasi kekurangan nutÂrisi. IdealÂnya, tetap melalui peÂrubahan pola makan menjadi lebih seÂimÂbang dan beragam,†kata dr Minarto.
Suplemen Taburia menganÂdung vitamin dan mineral. Cara pakainya relatif lebih gampang, tinggal ditaburkan ke atas maÂkanan. Taburia berupa serbuk taÂbur mengandung 12 vitamin dan empat mineral penting, yakni yoÂdium, selenium, seng dan zat besi.
Seluruhnya merupakan nuÂtÂrisi pokok yang dibutuhkan daÂlam masa tumbuh kembang anak yang berusia antara 6-24 buÂlan. Selain harus segera diÂsanÂtap sampai habis, Taburia sebaiknya tidak dicampur deÂngan makanan panas karena lemak yang menyeÂlubungi zat besi biÂsa rusak seÂhingga memiÂcu rasa tidak enak.
Program suplemen Taburia ini sudah mulai sejak tahun 2009. Orangtua tak mampu yang meÂmiliki anak usia 6-24 bulan bisa mendapat Taburia setiap buÂlan. Serbuk multivitamin tersebut diberikan untuk memÂbantu baÂlita tumbuh secara opÂtimal, meÂningÂkatkan daya tahan tubuh, meÂningkatkan nafsu maÂkan, menceÂgah anemia dan menÂcegah kekuÂrangan zat gizi.
Sama seperti penambahan vitamin A dalam minyak goreng, pemberian Taburia ke dalam maÂkanan juga termasuk salah satu bentuk fortifikasi atau peÂnamÂbahan zat gizi. Perbedaannya adalah fortifikasi minyak goreng dilakukan dalam skala industri. Sementara penambahan Taburia dilakukan di level rumah tangga.
Menurut dia, persoalan gizi buruk seharusnya ditangani meÂnyeÂluruh karena gizi buruk ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti tingkat pendidikan, keÂmiskinan, ketersediaan pangan, transportasi adat istiadat dan sebagainya. [rm]
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55
UPDATE
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14
Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52
Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01
Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50
Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39