RMOL. Pebalap Yamaha Jorge LoÂrenÂzo optimis bangkit guna memÂberikan tekanan sekaligus meÂmatahkan dominasi pebalap RepÂsol Honda Casey Stoner di MotoÂGP Assen, Belanda pekan depan.
Seperti diketahui, posisi LoÂrenÂzo di puncak klasemen dikudeta Stoner setelah menemÂpatkan posisi pertama di tiga seri terakhir. Stoner langsung melejit ke peringkat satu klasemen deÂngan torehan 116 poin, sedangÂkan Lorenzo tertinggal 18 poin.
“Saat ini kami berada di posisi dua klasemen sementara kejuaÂraan, tapi posisi ini bukan tempat yang terlalu buruk. Kita akan liÂhat apakah kami bisa membeÂrikan tekanan untuk Casey pada balapan akhir pekan ini,†tegas MaÂnajer Tim Yamaha Wilco ZeeÂÂÂlenberg di Autosport.
“Kami membuat kesalahan di Silverstone dan kini dengan keÂtinggalan 18 poin ada situasi berÂbeda untuk Jorge dibandingkan dengan saat-saat di musim lalu dan musim ini di mana dia biasaÂnya ada diperingkat teratas klaÂseÂÂmen,†lanjutnya.
Dengan situasi tersebut, ZeeÂlenberg pun kembali menegasÂkan tekad Yamaha untuk bertaÂrung dengan Stoner bersama HonÂda-nya di MotoGP Belanda menÂdatang.
“Saat Anda memimpin, Anda tidak bisa lebih baik lagi, jadi kami kini harus tampil bagus di semua hal dan saya percaya ia (Lorenzo) bisa berebut kemenaÂngÂan dengan Casey,†yakin ZeeÂlenberg.
Sementara itu, Lorenzo optiÂmis di Assen nanti, dirinya akan kembali memberikan perlawaÂnan sengit untuk juara dunia MoÂtoGP 2007 itu.
“Meski berada di berada di posisi dua, kami datang ke sini (Assen) untuk memberikan tekaÂnan buat sang pimpinan (klaseÂmen sementara). Saya akan melaÂkukan hal yang sama seperti seÂbeÂlumnya dengan usaha makÂsimal,†tegas Lorenzo.
Sedangkan, tim Ducati juga terus meningkatkan daya saingÂnya di Sirkuit Assen, 26 Juni menÂdatang. Ducati akan memÂbekali peÂbalapnya, Valentino Rossi deÂngan sasis dan mesin baru, yang sebelumnya diperunÂtukkan unÂtuk musim 2012.
“Kami memutuskan untuk memÂÂproduksi GP11, yang masih bermesin 800cc pada sasis GP12, ini untuk mempercepat pengembangan motor musim depan. Dan juga demi membeÂrikan para pebalap kami motor yang lebih punya potensi dalam persaingan di musim ini,†ujar keÂÂpala teknisi tim Ducati, FilipÂpo Preziosi.
Dengan sasis baru,
The Doctor yakini tak akan kesulitan melaÂkukan adaptasi di Assen. PasalÂnya, pebalap asal Italia tersebut sudah pernah menjajal sasis GP11.1 beÂberapa waktu lalu, meski mengÂgunakan mesin GP12.
“Rossi belum pernah menungÂgangi GP11.1. Tapi kami memuÂtuskan untuk melangkah maju karena kami merasa itu meruÂpakan langkah penting untuk peÂngembangan kami. Girboks anyar juga sebuah solusi yang kami pikir akan bisa cepat memberikan keÂmajuan,†tuntas Preziosi.
[rm]