Berita

ilustrasi/rmol

YUDHOYONO ABUSED POWER

Nama SBY Masih Cemar...

KAMIS, 16 JUNI 2011 | 17:02 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Gugatan class action Serikat Pengacara Rakyat (SPR) terhadap The Age Company Ltd. (tergugat I), The Sydney Morning Herald (tergugat II) dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta (tergugat III) akan menjalani sidang perdana pada Selasa pekan depan (21/6) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Sebelumnya pada 20 Maret lampau, SPR telah mengultimatum dua media Australia itu agar meminta maaf dalam waktu 7x24 jam kepada seluruh rakyat Indonesia secara resmi dan tertulis yang dimuat di halaman pertama media massa tersebut selama tiga hari berturut-turut. Tapi karena tuntutan itu tidak dipenuhi maka gugatan akan dilanjutkan ke pengadilan.

Gugatan itu terkait pemberitaan mengenai penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di dua media massa Australia. Hal itu berasal dari kawat diplomatik Kedubes AS yang bocor dan dimuat di laman WikiLeaks. Bahkan, media massa Australia juga menambah kalimat yang mendiskreditkan Presiden Republik Indonesia dan menulis judul "Yudhoyono Abused Power".


"Perlu waktu tiga bulan dari pendaftaran gugatan sampai sidang perdana mengingat domisili The Age dan Sidney Morning Herald yang di luar negeri, jadi harus lewat Deplu dan Konjen RI di sana," terang Jurubicara SPR, Habiburokhman, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 16/6).

Dia menegaskan, gugatan tetap relevan karena para tergugat sudah jelas bersalah namun sama sekali tidak pernah minta maaf. Dengan demikian hingga saat ini nama baik presiden SBY tetap tercoreng dan belum dipulihkan.[ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya