RMOL. Persiapan bekas petenis nomor satu dunia Kim Clijsters menghadapi turnamen Grand Slam Wimbledon mulai berantakan. Juara AS dan Australia Terbuka itu kembali dibekap cedera.
Petenis asal Belgia itu mengÂalami cedera pergelangan kaki saat mengalami kekalahan meÂngejutkan atas petenis kualifikasi Romina Oprandi 6-7, 3-6 di puÂtaran kedua turnamen WTA di Rosmales.
Cedera tersebut menjadi puÂkuÂlan berat bagi Clijsters. PasalÂnya, petenis berusia 27 tahun itu seÂdang bersiap menuju WimbleÂdon yag digelar 20 Juni mendatang.
Seperti diketahui, Clijsters meÂÂngalami musim buruk sejak memenangi Australia Terbuka, saat dia dibekap cedera bahu, kemudian pergelangan kaki yang membatasi persiapannya menuju Prancis Terbuka. Akibatnya, di turnamen tersebut dia tersingkir pada putaran kedua, kalah oleh petenis peringkat ke-114 dunia, Arantxa Rus.
Clijsters mengaku, akan menÂjalani pemeriksaan pada pergeÂlangan kaki kanannya, yang seÂbenarnya cedera dalam kecelaÂkaÂan ketika menari dalam perniÂkahaan sepupunya awal tahun ini.
“Saya akan mengalami pemeÂrikÂsaan lebih lama lagi malam ini atau besok pagi. Kemudian saya baru bisa memberi jawaban speÂsifik mengenai situasi pergelaÂngan kaki saya,†kata Clijsters.
Di ajang Wimbledon, Clijsters belum pernah merasakan gelar juara, penampilan terbaiknya adaÂlah dua kali menjadi semifinalis.
“Ini membuat frustrasi karena sesuatu seperti ini harus terjadi pada pergelangan kaki saya, dan ini seperti menempatkan saya kembali ke beberapa pekan lalu. Tetapi itu lah yang harus dihadaÂpi atlet kadang-kadang,†ujarnya.
Sementara itu, nasib sial juga dialami bekas petenis peringkat satu dunia, Lleyton Hewitt. PeÂtenis Australia itu mundur dari turÂnamen Eastbourne InternaÂtioÂnal karena cedera kaki.
Saat itu, Hewitt tertinggal 3-6, 0-3 dari petenis Belgia, Olivier Rochus di putaran pertama turÂnaÂmen tersebut. Sebelumnya, beÂkas juara Wimbledon itu meÂngalami cedera akibat terpeleset di turnamen Halle Terbuka di Jerman pekan lalu.
“Saya terpeleset pekan lalu paÂda akhir set pertama (saat kalah pada perempat final) melawan (petenis Jerman Philipp) KohlÂschreiber dan menggangu kaki yang pernah dioperasi,†kata Hewitt.
Di tempat terpisah, petenis IngÂgris Andy Murray bakal tamÂpil ngotot untuk bisa meraih geÂlar grand slam pertamanya di WimÂbledon. Apalagi, petenis tuan rumah itu akan mendapat duÂkungan penuh dari para penÂduÂkungnya.
Petenis berusia 24 tahun itu menjadi tumpuan tuan rumah untuk bisa memenangi WimbleÂdon. Soalnya, belum ada satu peÂtenis putra Inggris Raya pun yang mampu jadi jawara di Wimbledon (Open Era) sejak digelar 1936.
Sementara untuk nomor putri, dua petenis Inggris Raya Ann Haydon Jones dan Virginia Wade yang pernah menjuarai WimÂbledon di Open Era, meski sudah lama sekali yaitu pada tahun 1977 lalu.
“Aku akan pergi ke WimÂbledon dengan perasaan kalau aku akan menang,†ujar petenis yang yang baru saja menjuarai turnamen AEGON setelah meÂnumÂbangkan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga di final.
[rm]