RMOL. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) Djoko SanÂtoso berharap para pebuluÂtangkis Indonesia bisa memberikan yang terbaik pada turnamen bulutangÂkis Djarum Indonesia Open 2011 Premier Superseries di Istora SeÂnayan, 21-29 Juni mendatang.
“Kesempatan bertanding di ajang bergengsi seperti ini dan berhadapan dengan pemain kelas dunia menjadi ujian bagi para pebulutangkis kita meningÂkatkan prestasi dan menemÂpatÂkan diri di kancah persaingan buÂlutangkis dunia,†kata Djoko di Jakarta, kemarin.
Di even tersebut, Indonesia bakal menurunkan 71 pebuluÂtangÂkis terdiri 37 atlet putra dan 38 atlet putri. Kata Djoko, turnaÂmen ini menjadi ajang bagi para pebulutangkis tuan rumah unjuk gigi.
Untuk pertama kalinya ini InÂdoÂnesia menggelar kompetisi PreÂmierseries yang merupakan kenaikan kelas dari kategori Super Series biasa. Di even terÂseÂÂbut akan dihadiri beberapa peÂbulutangkis terkenal dunia seÂperti Lin Dan dari Cina atau peÂringkat satu dunia Lee Chong Wei asal Malaysia.
Selain itu, Djoko menyatakan, turnamen tersebut juga menjadi ajang persiapan para pebulutangÂkis Indonesia untuk Olimpiade LonÂdon 2012 mendatang. KareÂna itulah akan hadir nama-nama langganan seperti Taufik HidaÂyat, Sony Dwi Kuncoro, dan SiÂmon Santoso, serta pasangan ganÂÂÂda Markis Kido/Hendra SeÂtiaÂÂwan mau pun Tontowi AhÂmad/Liliyana Natsir.
Mengenai target yang diÂusung tuan rumah, Djoko meÂngaku maÂsih sulit menentukan target. NaÂmun, dirinya berharap Indonesia bisa meraih gelar di tiga nomor.
“Saya sebelum ini sudah biÂcara dengan pengurus dan pelaÂtih. Mereka mengaku sulit meÂnenÂtukan target. Kita masih kaÂlah kelas. Tapi saya berharap paÂda Taufik di nomor tunggal puÂtra, duet Kido/Hendra di ganda putra, dan Natsir/Tontowi di noÂmor ganda campuran untuk memÂÂbawa Indonesia memenaÂngi gelar,†ujarnya.
Di Singapura Terbuka, IndoÂneÂsia hanya menyisakan Aprilla Yuswandari di sektor tunggal putri setelah tiga wakil Tanah Air angkat koper.
Aprilla menang atas pemain Jepang, Eriko Hirose 21-18, 21-19. Sedangkan, ketiga rekannya AdriÂyanti Firdasari, Lindaweni Fanetri dan Maria Febe gagal menghalau rivalnya masing-masing.
Firda kalah oleh unggulan keÂdua China, Wang Yihan 17-21, 17-21, sedangkan Lindaweni takÂluk 18-21, 16-21 dari ungguÂlan kedelapan asal Jerman, JuliaÂne Schenk. Nasib kurang bagus juga dialami Maria Febe yang takÂluk dari pemain Jepang Sayaka Sato 12-21, 21-18, 16-21.
[rm]