Berita

Jenson Button

Olahraga

Vettel Dipecundangi

GP Kanada milik button
SELASA, 14 JUNI 2011 | 05:28 WIB

RMOL. Keperkasaan pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel di lintasan Formula Satu (F1) akhirnya tumbang di tangan pebalap McLaren, Jenson Button. Button menjadi yang terbaik secara dramatis di Sirkuit Gilles Vileneuve, Kanada, kemarin.

Di laga tersebut, Vettel yang se­jak awal memimpin lomba harus puas di posisi kedua setelah disa­lip pada lap ke-70. Di lap terse­but, mobil Vettel tergelincir dan sedikit keluar lintasan. Kesem­patan itu langsung dimanfaatkan dengan baik oleh Button untuk menyusul dan meninggalkan pe­balap Jerman tersebut.

Sedangkan posisi ketiga di­tem­pati rekan setim Vettel, Mark Webber. Michael Schumacher dari tim Mercedes masuk finis di posisi keempat disusul pebalap tim Renault Petrov. Pebalap Ferrari Felipe Massa masuk finis di posisi keenam.


Pertarungan di GP Kanada berlangsung dramatis. Hujan yang membuat lintasan basah membuat lomba berjalan mena­rik dan menampilkan banyak ke­jutan. Lomba yang dimulai da­lam kondisi hujan, dihentikan se­lama lebih dari satu jam mema­suki lap ke-25 karena derasnya hujan hingga beberapa bagian lin­tasan tergenang air.

Lintasan basah juga membuat beberapa pebalap mengalami kecelakaan seperti yang dialami pebalap Ferrari Fernando Alonso dan pebalap McLaren Lewis Ha­milton. Alonso yang start dari po­sisi dua tidak mampu menye­le­saikan lomba setelah mobilnya tergelincir ke luar lintasan. Se­dangkan, Hamilton menghantam pagar pengamanan setelah ber­senggolan dengan mobil Button.

Akibatnya, safety car harus tu­run lima kali untuk mengawal are­na balapan karena hujan lebat dan kecelakaan.

“Saya tidak tahu harus bilang apa. Ini balapan tiga jam yang sangat emosional sejak awal lom­ba. Sempat ada insiden de­ngan Lewis Hamilton (McLa­ren), saya hampir tidak bisa melihat dia ada di samping. Saya harus minta maaf kepadanya,” jelas Button usai lomba.

“Setelah itu, saya mendapat­kan mendapatkan hukuman dri­ve-through penalty, karena tetap menggeber mobil dengan ken­cang, pada saat ada safety car di lintasan. Jadi, saya harus mene­mukan cara untuk memperbaiki catatan waktu,” lanjut pebalap dengan julukan The Britton itu.

“Di akhir lomba, saya berusa­ha mengejar Vettel, dan mobil­nya melebar pada bagian sirkuit yang basah. Saya mengambil ke­sem­patan itu. Ini adalah balapan yang fantastis. Kemenangan yang luar biasa dan mungkin terbaik dalam karier saya,” tandasnya.

Sementara itu, Vettel mengaku kecewa atas kesalahan yang la­ku­kannya pada lap terakhir. So­al­nya, juara bertahan itu harus ke­hilangan gelar keenamnya di musim ini. “Tentu saja, saya ke­cewa. Itu balapan yang sangat su­lit dari start hingga finis, dan kami me­mimpin setiap lap hing­ga yang terakhir. Saya mungkin terlalu konservatif setelah safety car yang terakhir,” kata Vettel.

Nasib sial juga harus dialami Fernando Alonso. Pebalap ‘Ku­da Jingkrak’ itu untuk pertama­kalinya di musim ini gagal me­nyelesaikan balapan.

“Semuanya sudah salah, dari pagi ini ketika kita lihat hujan turun,” keluhnya.

Mengenai insiden yang meli­bat­kan rekan satu tim yaitu Ha­milton dan Button, pihak McLa­ren menyatakan tidak akan mem­­­pengaruhi hubungan kedua­nya.

“Jenson tidak tahu bahwa ada Lewis di dekatnya dan Lewis berusaha untuk memperbaiki po­sisi. Tidak ada masalah, kedua­nya mengerti hal tersebut dengan cara pandang yang sama,” kata Team principal McLaren, Martin Whitmarsh.

Menurutnya, tindakan Hamilt­on bisa dimengerti dan tim tidak akan memberikan peringatan kepada juara dunia 2008 itu. “Le­wis selalu menjadi pebalap yang tampil penuh semangat, dia selalu berusaha untuk meraih yang terbaik. Salah bila kami ber­usaha untuk mengurangi se­mangatnya,” tandasnya. [rm]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya