Berita

nova Widianto

Olahraga

Thailand Grand Prix Gold 2011

Merah Putih Gigit Jari

SENIN, 13 JUNI 2011 | 02:21 WIB

RMOL.Indonesia kembali gagal berkibar di kejuaraan bulutang­kis Thailand Grand Prix Gold 2011 setelah dua pasangan wakil Me­rat Putih tumbang di laga final yang digelar di CU Sports Com­plex, Thailand Minggu (12/6) sore WIB.

Di pertandingan pertama, Ganda campuran Indonesia yang me­nem­pati unggulan kedelapan, Nova Widianto/Vita Marissa, gagal mengatasi lawan mereka. Nova/Vita yang maju ke final setelah menyingkirkan unggulan pertama asal Thaliand, Sudket Pra­pakamol/Saralee Thoung­thong­kam, harus mengakui ke­he­­batan pasangan Taiwan Lee Sheng Mu/Chien Yu Chin 10-21, 21-23.

Kegagalan ini diikuti oleh Alvent/Hendra yang memainkan partai pamungkas untuk Indo­nesia. Melawan unggulan per­tama asal Korea Selatan Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, pasangan veteran itu kembali tumbang 22-24, 14-21.

Dalam pertandingan ini, Alvent/Hendra gagal mengatasi tekanan pemain lawan. Di set pertama, ganda Indoneisa ini langsung  tertinggal 4-10 bahkan 10-17, sebelum mampu mem­balik keadaan dan unggul 20-19. Sayangnya, Alvent/Hendra ke­hilangan konsentrasi dan menyerah 22-24.

Di set  kedua, pasangan Korsel kem­bali tampil ciamik. Tanpa perlawanan berarti, mereka sukses menghabisi Alvent/Hen­dra dengan kemenangan 21-14 sekaligus mempercantik rekor pertemuan mereka menjadi 4-0 atas Alvent/Hendra.

Berarti, Indonesia gagal me­rebut satu gelar pun di turnamen ini.

Sementara, China kembali berhasil meraih tiga gelar dari nomor ganda putri, tunggal putra dan tunggal putri. Pada laga ganda putri terjadi perta­rungan sesama pemain China.

Dari ganda putri, Tian Qing/Zhao Yunlei menjadi jawara usai mengalahkan Cheng Shu/Bao Yixin 21-7, 21-8. Sedangkan Li Xuerui jadi yang terbaik di tunggal putri dengan menun­dukkan Jiang Yanjiao 14-21, 21-14, 21-14. Chen Long yang memang menempati unggulan teratas tunggal putra sukses memenangi duel kontra wakil Korea Selatan Lee Hyun Il 21-8, 21-19. [RM]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya