Berita

pesantren gontor/ist

Dunia

Model Pendidikan Gontor Jadi Bahan Pembicaraan di Rusia

RABU, 08 JUNI 2011 | 08:29 WIB | LAPORAN:

RMOL. Membesarkan bangsa ibarat membangun sebuah rumah tangga. Berbagai masalah dan pendapat boleh mengemuka namun harus ada jalan keluarnya secara bijak. Dalam konteks itu, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, menawarkan sebuah konsep model pendidikan yang dibutuhkan.

Hal itu mengemuka dalam dalam acara Indonesian-Russian Interfaith Dialogue yang dilaksanakan di kota santri Rusia, Kazan, (Senin, 6/6). Selain di Kazan, kegiatan serupa juga akan dilangsungkan di Moscow State Institute of International Relations hari ini, (Rabu, 8/6).

Acara ini digelar KBRI Moskow dan didukung Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan beberapa lembaga di Rusia. Kegiatan interfaith dialogue ini merupakan kali kedua digelar setelah sebelumnya dihelat pada tahun 2009 di Moskow.


Penanggungjawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow, M. Aji Surya, dalam keterangan pers yang diterima Rakyat Merdeka Online, mengungkapkan sebanyak lima pembicara tampil pada acara tersebut. Yaitu, Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Komarudin Hidayat; Pimpinan Pesantren Gontor Dr. KH. Syukri Zarkasyi; agamawan dari Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Prof. Dr Philip K. Wijaya; wartawan Trias Kuncahyono; dan pejabat Kemenag Dra. Abdul Djamil.

Dalam pertemuan yang bertajuk "Building Harmony in Diversity" tersebut, lanjut Aji Surya, tiga pilar pendidikan yang dipakai Pondok Modern Gontor menjadi salah satu bahan diskusi yang cukup hangat, yakni pendidikan keagamaan (ketuhanan), kemanusiaan dan kebangsaan. Pertautan antara ketiganya tidak bisa dipisahkan bila menginginkan adanya keberhasilan pembangunan mental yang mampu menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Dimaklumi, selain berbagai teori sosiologi yang mengemuka, unsur pendidikan merupakan hal yang mutlak dan tidak bisa dinafikan. Inilah bagian penting yang akan membangun kepribadian manusia muda sebelum mereka benar-benar terjun dalam kehidupan dalam bermasyarakat.

Menurut pimpinan Pondok Modern Gontor, Syukri Zarkasyi, setiap manusia yang terlahir di Indonesia, dipastikan memiliki agama, menjadi seorang manusia dan sekaligus menjadi bagian dari sebuah bangsa. Karenanya, untuk membangun sebuah individu yang komplit maka pilar-pilar tersebut harus ditanamkan sejak dini. Gontor sebagai lembaga pesantren sudah dipastikan mengajarkan agama secara intens, menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama agar santri bisa bermasyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam arti yang luas.

Apabila tiga hal tersebut ditangani secara serius, maka setiap individu akan memiliki potensi iman yang baik, mengerti pluralisme kehidupan serta mampu bergaul di masyarakat dengan mengedepankan prinsip keharmonisan. "Nilai yang diajarkan di Gontor tersebut juga berlaku secara universal," ujar Syukri.

Saat ditanyakan bagaimana membumikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan anak didik, Syukri Zarkasyi menggarisbawahi bahwa penanaman nilai yang efektif bukan hanya melalui buku dan pelajaran di kelas, namun melalui berbagai aktivitas yang sengaja didesain untuk anak didik.

Selain masalah pendidikan, berbagai isu lain juga dibahas dalam interfaith dialogue tersebut seperti soal kekerasan terhadap kemanusiaan, menjaga pluralisme di tengah maraknya kebebasan daerah dan peran pers dalam alam demokrasi. Dari pihak Rusia, selain para agamawan, para akademisi juga ikut menjadi pembicara.

"Isu-isu yang dibahas merupakan hal yang relevan bagi Indonesia maupun Rusia," kata Dubes Hamid Awaludin. [zul]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya