RMOL. Status King of Clay alis Raja Lapangan Tanah Liat masih melekat pada petenis Spanyol Rafael Nadal. Petenis peringkat nomor satu dunia itu sukses meraih gelar Prancis Terbuka setelah menaklukkan musuh bebuyutannya Roger Federer 7-5, 7-6 (3), 5-7, 6-1 di Roland Garros, Senin dini hari kemarin.
Kemenangan tersebut meÂnambah koleksi gelar Nadal di ajang Prancis Terbuka menjaÂdi enam. Ini menyamai rekor legendaries tenis Swedia, Bjorn Borg.
“Turnamen ini amat spesial dan ada pengecualiannya pada saya. Salah satu mimpi terbesar menÂjadi kenyataan. Saya amat terÂgerak mulai saat ini,†kata Nadal.
Duel Nadal-Federer di Roland Garros berlangsung dalam konÂdisi panas dan lembab, keduanya sama-sama mengeluarkan keÂmamÂpuan terbaiknya. Tapi, NaÂdal lebih mendominasi jalannya pertandingan.
“Memenangi final melawan salah satu petenis terbaik dunia dan sepanjang sejarah adalah seÂsuatu yang sangat fantastis buat saya,†kata Nadal, yang akan mempertahankan gelar sebagai petenis nomor 1 dunia.
Kini Nadal memperbaiki reÂkor di Roland Garros menjadi 45-1 dan memperpanjang rekor kemenangan atas
FedEx, julukan Federer menjadi 17-8.
Kini, rekor pertemuan NaÂdal-Federer di final keÂjuaraan Grand Slam menjadi 6-2. Selain empat kekaÂlaÂhan di Roland Garros, Federer juÂga pernah kalah di final WimÂbledon dan Australia Terbuka, seÂdangkan dua kemenangan FedEx semuanya diraih di final Wimbledon.
Setelah kegagalannya di RoÂland Garros, Federer mulai meÂngalihkan target ke depan yaitu menjuarai grand slam WimbleÂdon. Petenis Swiss itu bertekad menyamai rekor Pete SamÂpras yang menjuarai tujuh gelar di Wimbledon.
“Itu jelas prioritas besar untuk sekarang. Akan menang di WimÂbledon nantinya. Saya pikir mungÂkin saya kehilangan keperÂcayaan di Perancis Terbuka dan Wimbledon tahun lalu,†kata FeÂderer yang sudah mengoleksi geÂlar juara grand slam 16 kali itu.
Bagi petenis peringkat tiga dunia itu, melaju ke final grand slam adalah penting dan dia akan terus berusaha bermain dengan baik.
“Saya merasa lebih baik secara fisik dari pada yang waktu yang lalu sehingga sudah sangat baik sekarang ini,†ujarnya.
Di tunggal putri, petenis ChiÂna, Li Na berhasil menjadi peteÂnis Asia pertama yang memeÂnangi grand slam di Prancis TerÂbuka seÂÂteÂlah mengalahkan juara bertaÂhan Francesca Schiavone dari Italia 6-4, 7-6 (7-0).
[RM]