RMOL. Tim Azzurri Italia semakin kokoh di puncak klasemen Grup C babak kualifikasi Euro 2012 setelah menang mudah atas Estonia 3-0 di Stadio Alberto Braglia, dini hari kemarin.
Gol pertama Italia disumÂbangÂkan Giuseppe Rossi setelah meÂnerima umpan Antonio CasÂsano di menit ke-31. Enam menit seÂbelum jeda, giliran Cassano yang mencatatkan namanya di papan skor memanÂfaatÂkan umpan RiÂcardo Montolivo.
Unggul 2-0 tidak membuat semangat Italia kendor. Di babak kedua, Gianluigi Buffon cs terus melakukan tekanan dan ancÂamÂan kepada Estonia.
Alhasil, GiamÂpaolo Pazzini memaksa kiper SerÂgei Pareiko meÂmungut bola unÂtuk ketiga kali dari dalam gaÂwangnya pada menit ke-68.
Kemenangan tersebut membuat Italia kokoh di puncak klasemen Grup C deÂngan nilai 16. Mereka dikuntit Slovenia di posisi dua deÂngan nilai 14. Pada saat bersamaan Slovenia juga meraih kemenangan 2 – 0 atas tuan rumah KeÂpulauan Faroe.
“Pertandingan ini sangat penÂting, tapi kami merasa sangat seÂnang, mampu menjaga bola dan tidak terlalu cepat merasa lelah. Sangat menyenangkan dapat mengakhiri musim deÂngan keÂmeÂnangan yang bisa membawa kami lebih mendekat lagi ke taÂhap selanjutnya,†ujar gelandang gaek Italia Andrea Pirlo seperti dilanÂsir
football-italia.“Kami mengambil pendekatan yang benar dalam pertandingan ini dan mengakhirinya dengan haÂsil yang positif,†tambahnya.
Menurut Pirlo, kunci sukses Azzurri adalah skema permainan yang diterapkan sang pelatih Cesare Prandelli. Prandelli meÂneÂrapkan strategi baru, yakni 4-3-1-2 tanpa adanya seorang peÂnyerang tengah, sampai dengan dimasukannya Pazzini. Strategi tersebut mengadopsi gaya perÂmainan Spanyol yang menjadi juara di Euro 2012 dan Piala Dunia 2010.
“Ada banyak gelandang teÂngah berkualitas yang dapat meÂngÂatur alur permainan, jadi kami bisa merotasi posisi kami. Ini menÂjadi cara bermain yang saÂngat baru untuk kami dan kami sangat menikmatinya. Strategi ini mirip dengan Spanyol, tapi butuh waktu mengemÂbangÂkanÂnya dan saya berharap bisa semÂpurna saat ajang Euro 2012 berlangsung,†kata Pirlo.
Lebih lanjut, pemain yang muÂsim depan bakal memperkuat JuÂventus itu menilai Prandelli telah memberi suntikan mental para skuad Azzurri usai terpuruk di Piala Dunia 2010. Dia berharap bekas pelatih Fiorentina itu bisa membuat Italia memainkan seÂpakbola yang bisa menghibur paÂra penggemar.
[RM]