Berita

Pancasila Tidak Cocok dengan Dunia Pendidikan yang Kapitalistis

JUMAT, 03 JUNI 2011 | 16:32 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pendidikan Pancasila tidak cukup hanya dijadikan mata pelajaran di dalam sistem pendidikan yang menganut paham komersialisasi.

Menurut aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), Faisal Rachman, Pancasila hilang dalam dunia pendidikan karena trauma masa lalu yang dijadikan alat kekuasaan Orde Baru untuk melanggengkan kekuasaan dan dijadikan alat deteksi terhadap pemikiran-pemikiran kritis.

Sementara nilai-nilai Pancasila yang sangat identik dengan Bung Karno dipisahkan dari penggalinya sendiri sehingga yang terjadi adalah distorsi besar terhadap Pancasila.


"Pancasila tidak cukup sekadar dijadikan mata pelajaran dalam dunia pendidikan, karena lembaga lembaga pendidikan yang ada lebih banyak bersifat komersialisasi yang berarti menganut kapitalisme," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat petang, 3/6).

Dengan demikian meletakkan kembali Pancasila dalam pandangan hidup bangsa tidaklah tepat hanya dengan menjadikannya mata pelajaran dalam kurikulum.  

"Pancasila yang pada akhirnya bertujuan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia bisa didapatkan salah satunya dari Pendidikan, dan itu bisa terjadi bila hak mendapatkan pendidikan mengandung diskriminasi," tegasnya.[ald]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya