Berita

ilustrasi, pertandingan taekwondo

Olahraga

SEA GAMES

Taekwondo Sesumbar Raih Lima Medali Emas

SELASA, 31 MEI 2011 | 02:24 WIB

RMOL. Cabang olahraga taekwondo optimis bisa meraup lima medali emas dari 15 emas yang diperebutkan di SEA Games XVII di Palembang dan Jakarta, November mendatang.

Hal itu ditegaskan Asisten Pelatih Tim Taekwondo Indonesia, Satriono kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Menurutnya, Pengurus Besar Taekwondo Indonesai (PBTI) terus melakukan persiapan, salah satunya dengan mengikuti program try out ke Korea Selatan dan Pra Olympic di Azerbaijan, Juni mendatang.

“Dengan beberapa kali program try out, jam terbang dan pengalaman atlet taekwondo Indonesia otomatis bertambah. Kita berharap, mereka bisa menyumbang hasil maksimal di Sea Games seperti yang dibebankan KONI (lima emas),” ujar Satriono. Pihaknya optimis, lima emas bisa diperoleh dari nomor jurus perorangan putri dan campuran.


Untuk Tunggal Putra peluang cukup berat karena Vietnam juara dunia sedang di Beregu Putra, Filipina juga pernah juara dunia. Sementara itu, Ketua Pengprov PB TI Jateng, Sudarsono Chandra menyayangkan, pencoretan atlet taekwondo asal Jawa Tengah Fransisca Valentina dari pra kualifikasi olympic di Ajerbaizan oleh Badan Pembinaan (Binpres) Prestasi PBTI. “Jelas Fransisca adalah salah satu atlet TI berprestasi di tingkat nasional dan internasional. Dia meraih perunggu di ASIAN Games 2010 dan perak di SEA Games Laos 2009. Sangat sayang kalau dia tidak bisa ikut tryout yang menjadi ajang pemanasan SEA Games,” jelas Sudarsono.

Di tempat terpisah, Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) terus berusaha untuk mendapatkan pengakuan dari KONI Pusat dengan menggelar turnamen Kejuaraan Daerah FKTI Bekasi Cup. Turnamen tersebut diikuti 200 karateka dari Jakarta, Depok dan Bekasi.

“Selama ini FKTI belum diakui sebagai wadah cabang olahraga karate tradisional di Indonesia. Alasan KONI tidak mengakui karate tradisional ini juga tidak masuk akal,” kata Ketua Umum PB FKTI, Sabeth Mukhsin. Padahal, kata Sabeth, di internasional diakui ada dua jenis karate, umum dan tradisional. “Kenapa di Indonesia diharuskan melebur jadi satu (umum saja), sedangkan tradisional tidak diakui,” ujarnya.

“Selain menjadi ajang pembibitan atlet muda, kegiatan ini juga kami lakukan untuk mendapatkan pengakuan dari KONI, agar tidak ada lagi diskriminasi pada atlet kami yang tidak diperbolehkan mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2-SN), karena tidak terdaftar di KONI,” tegasnya.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya