RMOL. Belum tergoyahkannya keperkasaan pebalap Red Bull Racing Sebastian Vettel di musim ini, menimbulkan kecemasan bagi tim-tim lawan. Bahkan, pebalap berjulukan ‘Baby Schumy’ itu menjadi musum bersama.
Diantara lawan-lawannya yang paling bernafsu meroÂbohÂkan dominasi Vettel adalah tim McLaren dan Ferrari. Keduanya, bertekad akan menjadi batu sandungan bagi pebalap asal Jerman itu untuk mempertahanÂkan gelar juara dunia musim ini.
Seperti diketahui, dari lima seri yang sudah digelar, Vettel memenangi empat seri dengan naik podium pertama yaitu GP Australia, Malaysia, Turki dan Spanyol. Dia Cuma gagal di GP China yang menduduki posisi runner-up.
Hasilnya, Vettel memimpin puncak klasemen dengan 118 poin atau unggul 41 dari posisi keÂÂdua yang dipegang Lewis HaÂmilton. Sedangkan, Pebalap FerÂrari, Fernando Alonso harus puas di posisi kelima dengan 67 poin.
Pebalap McLaren, Lewis HaÂmilton mengklaim hanya dirinya yang akan mampu memberi perÂlawanan kepada Vettel. Apalagi, pebalap asal Inggris itu mengaku sedang performa
on-fire.“Pada saat ini satu-satunya orang yang punya jawaban untuk Sebastian cuma saya, dan meski mobil saya tak sebagus punya dia, dan saya cukup senang deÂngÂan itu,†kata Hamilton, seperti dikutip
ESPN Star.Meski mobilnya masih kalah cepat dari Vettel, Hamilton yakin bisa menggeser dominasi Vettel. “Akan ada saat-saat, bukan di trek seperti di Spanyol yang saÂngat didominasi oleh aerodinaÂmiÂka, di mana saya akan mampu untuk menyalipnya,†katanya.
“Dia (Vettel, red) sekarang ungÂÂgul 41 poin, bukan?†tanya HaÂmilton. “Saya sedang melakuÂkan segala yang saya bisa untuk menyusulnya, tapi dia terus meÂlaju,†tegasnya.
Bukan hanya McLaren yang cemas, tim
Kuda Jingkrak, juluÂkan Ferrari juga mulai menceÂmasÂkan dominasi Vettel.
Tim Prinsipal Ferrari Stefano Dominecali meminta kepada seÂluruh awak tim untuk meningÂkatÂkan kinerja agar bisa bangkit dari keterpurukan. “Jika Red Bull terus melaju seperti ini, maÂka tidak perlu diragukan kalau situasinya jadi tidak mudah (buat Ferrari),†kata Domenicali.
“Mereka sangat jauh berada di depan, jadi kami harus memastiÂkan bahwa kami melakukan perÂbaikan dengan maksimal,†samÂbung prinsipal berkebangsaan Italia itu.
Ferrari sempat memperlihatÂkan tanda kebangkitan di Turki dan di awal GP Spanyol, ketika Alonso memimpin lomba selaÂma 18 lap sebelum akhirnya gaÂgal. Walau masih terpuruk, DoÂmeÂnicali yakin Ferrai bakal bangkit.
“Sudah alaminya orang-orang di Maranello kalau mereka akan terus ngotot dan bekerja keras agar mereka bisa hidup selama mungkin. Jadi, kami masih yaÂkin,†ujarnya.
[RM]