Berita

SENGKETA TPI

Nama Robert Bono Sangat Meresahkan

SELASA, 24 MEI 2011 | 15:41 WIB | LAPORAN:

RMOL. Memang Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut sudah menang dalam gugatan perdata PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) mengabulkan sebagian gugatan Tutut terhadap PT Berkah Karya Bersama dan PT Sarana Rekatama Dinamika.

Tapi kabar kemenangannya yang melibatkan campur tangan seseorang bernama Robert Bono, meresahkan kalangan pengamat hukum. Kuasa hukum Tutut, Hary Ponto dan Robert Bono diisukan pernah bertemu Ketua PN Jakpus, Syahrial Sidik. Namun, kabar itu sudah dibantah Syahrial. Nama Robert Bono sebelumnya juga diduga berperan dalam kasus pemailitan TPI yang disidang di pengadilan yang sama.

Advokat senior, Maqdir Ismail, menegaskan,  dugaan campur tangan makelar kasus bernama Robert Bono dalam sengketa TPI harus dibongkar apabila ada bukti-bukti permulaan yang cukup.


"Kalau tidak ini akan menjadi persoalan hukum d Indonesia. Kita tidak mau sengketa jadi lahan untuk mereka yang salah menjadi benar karena hubungan baik," ujar Maqdir kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (24/5).

Pertemuan Ketua Pengadilan dengan pihak berperkara, menurutnya,  bukan hanya melanggar etika tetapi juga menyalahgunakan wewenangnya.

"Secara pribadi saya tidak tahu tentang Robert Bono, tetapi kalau untuk membongkar makelar kasus polisi dan kejaksaan harus turut serta," tegasnya.

Sementara itu, pengamat hukum pidana Chairul Huda menyatakan, sebagai langkah pertama menyelidiki pelanggaran etik dalam perkara ini, Komisi Yudisial berwenang mempelajari putusan, semacam melakukan eksaminasi publik. Lalu KY dapat melakukan pemeriksaan apakah ada pelanggaran etik. Hasilnya dianalisis apakah terkait satu sama lain, lalu memeriksa para pihak, terduga makelar kasus, sampai panitera atau hakimnya

"Saya rasa orang yang bernama Robert Bono itu perlu dipanggil," tegasnya.[ald]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya