Berita

Lewis Ha­mil­ton

Olahraga

F1 GP SpanyoL

Lewis Hamilton Teror Banteng Merah

Sayap ‘Kuda Jingkrak’ Diselidiki FIA
MINGGU, 22 MEI 2011 | 00:36 WIB

RMOL.Pebalap McLaren Lewis Ha­mil­ton optimis mampu men­dob­rak dominasi Sebastian Vettel dari Red Bull di musim ini. Pe­balap asal Inggris itu yakin bisa meraih podium pertama di seri kelima yang digelar di Sirkuit Cataluya, Spanyol hari ini (Ming­gu, 22/5).

Hamilton mengaku mem­pu­nyai modal besar untuk bisa me­ngalahkan dua pebalap Red Bull, Vettel dan Mark Webber. Soal­nya, dia sudah mengenal karater sirkuit Cataluya yang terkenal ang­ker.

“Jelas, ketika anda balapan di Bar­celona, sirkuit ini adalah tempat yang pas untuk mela­ku­kan tekanan. Dengan demikian kami bisa meraih hasil yang bagus, demi menjaga persaingan me­raih gelar juara,” ujar Ha­mil­ton dilansir Sportinglie.

Selain itu, Hamilton tidak gentar menghadapi Vettel yang sudah meraih podium pertama di tiga seri musim ini. Hal itu mam­pu dibuktikan pada sesi la­tih­an kedua, Hamilton mencatat waktu tercepat kedua setelah Mark Webber yang menempati posisi per­tama. Sedangkan, Vettel harus puas di posisi ketiga di dam­pingi Jenson Button (Mc­La­ren) dan Fernando Alonso (Fe­rra­ri) masing-masing di posisi ke­empat dan kelima.

“Itu adalah tempat yang bagus untuk membangun fondasi dan saat ini kami berada di posisi bagus. Jadi, saya mengharapkan hasil yang maksimal di balapan nanti,” tegasnya.

Tidak hanya menebar teror kepada Vettel, Hamilton juga mem­beri tekanan mental kepada pe­balap Ferrari, Fernando Alon­so yang performanya mulai meng­geliat.

“Saat ini, Ferrari mulai bang­kit, ini akan jadi pertarungan be­sar bagi kami. Namun, mereka ma­sih belum konsisten dan jelas tim kami (Mclaren) lebih siap dari mereka,” lanjut Hamilton.

Namun ada satu kendala yang di khawatirkan pebalap kulit hitam tersebut yaitu, performa ban baru (keras) yang diso­dor­kan Pirelli dinilai masih jauh dari sempurna, untuk membuat mobil lebih jarang masuk pitstop untuk pergantian ban.

Hamilton merasa ban kompon keras itu sangat tidak nyaman dipakai. Maka, tak heran jika dia memilih untuk lebih banyak menggunakan ban lunak.

“Ban super-keras adalah ben­cana. Saya tidak tahu mengapa mereka (Pirelli) membawa ban itu, karena saya pikir yang lain (ban lunak) cukup baik.,” ujarn­ya menanggapi performa ban bari Pirelli.

Jelang seri kelima ini, Hami­l­ton berada di posisi kedua di kla­semen sementara pebalap F1 de­ngan raihan 59 poin atau ter­tinggal 34 poin dari Vettel (93) yang menduduki peringkat teratas.

Performa Vettel sepanjang mu­sim ini boleh dibilang nyaris sem­purna. Terbukti, juara berta­han F1 itu berhasil meraih empat kali pole position dan meme­nangi tiga lomba.

Sebelumnya, Hamilton sem­pat mengalahkan Vettel dalam balapan yang digelar di Sirkuit Shanghai, China. Ketika itu, stra­tegi tepat yang dilakukan McLaren membuatnya mampu merebut kemenangan dari peba­lap Red Bull dengan beberapa lap sebelum finis.

Sementara itu, sayap baru yang dipakai tim Ferrari menuai kontroversi. Otoritas balapan tertinggi FIA tengah menyelidiki karena ada kemungkinan sayap baru tersebut ilegal.

Sejumlah hal baru diuji Ferrari di Catalunya, diantaranya kom­ponen-komponen baru di bagian sayap belakang 150× Italia. Di­rek­tur Teknik Ferrari Pat Fry ju­ga menyebut timnya sedang me­nguji konsep aerodinamika baru.

Akan tetapi, ada indikasi ba­gian dari sayap belakang tersebut melanggar peraturan. Untuk me­mastikan indikasi tersebut, FIA pun tengah mencermatinya.

“Kami sadar dengan pengem­bangan sayap belakang Ferrari dan kami sedang membahasnya dengan Ferrari,” ungkap Direk­tur Balapan FIA Charlie Whiting di Reuters. [RM]



Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya