Berita

Piala Sudirman 2011

Olahraga

Indonesia Tetap Terget Semifinal

Tidak Diperkuat Pemain Senior Di Piala Sudirman
JUMAT, 20 MEI 2011 | 03:30 WIB

RMOL.Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) tetap menarget­kan semifinal pada kejuara­an bulutangkis beregu campuran Piala Sudir­man, meski be­be­rapa pemain seni­or meng­undurkan diri.

Hal itu ditegaskan Ketua Um­um PB PBSI, Djoko Santoso di sela-sela penutupan Liga Bulu­tangkis Wartawan ‘Tetra Pak VII 2011’di komplek Kemen­po­ra, Jakarta, kemarin. Menurut­nya, mundurnya beberapa pe­main senior tidak mempengaruhi persiapan pemain yang akan ber­laga di Qingdao, China, 23-29  Mei mendatang.

“Kalau dihitung dan dilihat da­ri kemampuan tim Indonesia, lo­los ke semifinal adalah target yang realistis. Mudah-mudahan ini menjadi momentum bagi pemain muda untuk membukti­kan kemampuannya di even internasional,” kata Djoko yang didampingi Sekjen PBSI Yacob Rusdianto dan plt Sesmenpora Djoko Pekik Irianto.

Seperti diketahui, persiapan tim Piala Sudirman mendapat tan­­tangan berat, menyusul mun­dur­nya tunggal putra Taufik Hi­dayat, absennya ganda putra dan juara Olimpiade 2008 Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan, serta terakhir pemain spesialis gan­da campuran Liliyana Natsir yang me­ngalami cedera siku kanan. Pa­dahal mereka sangat diandalkan untuk meraih kemenangan.

Di turnamen tersebut, Indone­sia menempati unggulan ketiga se­telah tuan rumah China dan Den­mark. Sedangkan ‘Merah Putih’ sendiri berada di Grup B bersaing dengan Malaysia dan Rusia.

“Melihat kondisi saat ini, ke­kua­tan Indonesia berimbang de­ngan Malaysia dan kita berharap pa­ra pemain muda bisa menun­jukkan kemampuan mereka,” katanya.

Target semifinal yang dide­ngungkan PB PBSI, kata Djoko, akan bertumpu pada sektor ganda campuran, ganda putri dan ganda putra. “Ganda campuran di atas kertas bisa menang, ganda putra dan putra banyak meng­ala­mi kemajuan,” kata bekas Pang­lima TNI itu.

Soal mundurnya Taufik, Djo­ko mengaku bukan karena ala­san adminitrasi yaitu terlam­bat­nya pemberitahuan kepada pe­main. Soalnya, kata Djoko, se­be­lumnya PBSI sudah memberi­tahu secara lisan untuk meng­ikuti lati­han bersama di Cipayung.

“Mundurnya Taufik bukan ma­salah administrasi, dia meng­aku hasil di All England dan In­dia Super Series tidak bagus, se­hingga memutuskan untuk mun­dur,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Hadi Nasri mengaku absennya Liliyana merupakan pukulan be­rat bagi tim Indonesia. Apalagi, Lilliyana yang berpasangan de­ngan Tontowi Ahmad baru sa­ja meraih gelar juara di India Su­per Series dan Malaysia Grand Prix Gold, yang membuat pe­ringkat mereka naik dari uru­tan 15 ke posisi empat dunia.

“Ini pukulan berat untuk tim. Tetapi ‘the show must go on’, kita berangkat dengan jumlah tim yang ada. Ini cobaan yang pub­lik harus terima dengan la­pang dada. Kalah menang urusan belakangan. Perjuangannya yang paling penting,” kata Hadi yang juga akan bertugas sebagai m­a­na­jer tim.

Absennya Liliyana dan Taufik membuat tim Indonesia yang se­mula berjumlah 18 pemain men­jadi tinggal 16 yakni, Simon San­­toso, Dionysius Hayom Rum­­­baka, Adriyanti Firdasari, Lin­daweni Fanetri, Alvent Yu­lianto, Hendra Aprida Gunawan, Mohammad Ahsan, Bona Septa­no, Greysia Polii, Meiliana Jau­hari, Anneke Feinya Agustine, Nitya Krishinda, Fran Kurnia­wan, Tontowi Ahmad, Pia Zeba­diah dan Debby Susanto.

Tim Indonesia bertolak me­nu­ju Qingdao, China, hari Kamis (19/5) pagi, dan akan menjalani pertandingan pertama melawan Rusia pada Minggu (22/5) dan bertemu Malaysia pada babak Grup B, hari Rabu (25/5).

Pada kesempatan sama, Mana­jer Komunikasi Tetra Pak, Elvira P Wongsosudiro dalam sambu­tan penutupan LBW Tetra Pak 2011 menyatakan, turnamen ter­sebut adalah bentuk komitmen terha­dap bulutangkis.

“Kita akan terus konsisten men­dukung LBW, pasalnya war­tawan dan media memiliki peran penting dalam memasyarakatkan bulutangkis. Selain itu sebagai ben­tuk silaturahmi sesama stake holder olahraga di tanah air,” ujar Elvira. [RM]


Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya