Berita

Olahraga

JELANG GP SPANYOL

Sayap Baru Untungkan Mobil ‘Baby Schumi’

KAMIS, 19 MEI 2011 | 04:42 WIB

RMOL. Pebalap Red Bull Racing Se­bastian Vettel mengaku sudah ti­dak sabar ingin mencoba ke­ang­keran Sirkuit Catalunya, Spanyol yang akan menjadi tuan rumah seri kelima hari Minggu (22/5) mendatang.

Di sirkuit tersebut, Baby Schu­mi, julukan Vettel belum pernah merasakan gelar juara. Prestasi ter­baiknya yaitu menduduki po­sisi ketiga di musim lalu atau ka­lah dari rekannya Mark Webber yang naik podium pertama.

Untuk musim ini, Vettel mem­punyai peluang juara, karena diberlakukannya desain sayap baru Drag System Reduction (DRS) untuk mengoptimalkan kemampuan mobil. Soalnya, Ca­talunya terkenal sebagai sirkuit dan minimnya trek lurus sehing­ga penggunaan Kinetic Energy Recovery System (KERS) tidak ba­nyak membantu.


“Sejarahnya, Catalunya adalah sirkuit yang miskin akan over­taking (salip-menyalip). Tapi, dengan DRS kali ini tentu akan berbeda. Sirkuit ini sangat pas untuk mobil dan rencana kami (Red Bull),” ujar Vettel seperti di­­lansir Vancouver Sun.

Hal itu juga diamini rekan se­timnya, Mark Webber, pebalap Australia itu menuturkan kalau Red Bull yang musim ini terus menampilkan performa ciamik, memiliki peluang besar untuk memenangkan GP Spanyol le­wat Vettel.

“Tergantung pada kami untuk melakukan yang terbaik dan men­­coba untuk menyelesaikan kom­petisi ini selesai lebih awal. Vetttel tengah berada di puncak penampilannya, dia memulainya dengan baik dan tak perlu dita­nya lagi,” tegas Webber.

Selain pebalap Red Bull, para bos tim F1 juga mengakui jika Ca­talunya akan menampilkan ba­lapan yang menarik akhir pe­kan nanti. “Saya pikir dengan ada­nya DRS semua jadi me­mungk­inkan,” ujar Prinsipal Tim Renault Eric Boullier, merujuk ke­pada harapannya melihat ba­nyak overtaking. “Utamanya karena aspek mu­dah hausnya ban, diperlukan stra­­tegi agresif yang memer­lu­kan overtaking di lintasan dan ten­tu saja finis yang bagus,” im­buh­nya.

Sementara, bos McLaren Mar­tin Whitmarsh, punya ekspeks­tasi yang tidak jauh berbeda de­ngan Boullier mengenai signifi­kansi DRS dan KERS dalam pro­ses balapan nanti.

“Secara khu­sus saya tertarik melihat bagaimana perubahan per­aturan 2011 akan mempe­ng­a­ruhi balapan hari Minggu nan­ti,” ujarnya.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya