Berita

MIRANDAGATE

Panda dan Engelina Sama-sama Tak Terima dengan Pernyataan Emir Moeis

RABU, 18 MEI 2011 | 23:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Terdakwa kasus Mirandagate, Panda Nababan tak terima dengan kesaksian rekan separtainya, Emir Moeis. Panda membantah pernah menyerahkan amplop berisi cek pelawat kepada Emir.

"Kalau dari saya (kesaksian Emir) tidak benar. Saya tidak pernah menyerahkan cek pelawat atau menerima kembali. Tidak pernah," tegas Panda kepada Majelis Hakim Tipikor, usai mendengar kesaksian Emir Moeis, (Rabu 18/5).

Panda juga membantah kesaksian Emir yang menyebut menyerahkan TC di ruang pimpinan fraksi di gedung DPR RI di Senayan. Ruangan tersebut, kata Panda, tidak benar.  Yang ada adalah ruang Ketua Fraksi, ruang Sekretaris Fraksi dan ruang Sekretariat Fraksi.


Sementara itu, tersangka suap Mirandagate yang lain, Engelina Pattiasina, membantah dirinya turut hadir dalam pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh Fraksi PDI P terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) pada tahun 2004.

Engelina menegaskan tak mungkin menghadiri pertemuan karena saat pertemuan tersebut dilakukan  dirinya sudah tak lagi di PDI P.

"Saya telah dibuang oleh PDIP, saya sudah dipecat. Sehingga saya tidak pernah diundang (pertemuan)," ungkap Engelina di Pengadilan Tipikor, Jakarta, (Rabu, 18/5).

Atas dasar itulah Engelina langsung menolak kesaksian mantan Ketua Komisi IX DPR Emir Moeis yang menyebut dirinya ikut hadir dalam pertemuan di Hotel Dharmawangsa.

"Saya ingin memandang wajah Pak Emir agar dia mengingat saya. Saya tidak pernah datang dalam pertemuan poksi atau fraksi atau Dharmawangsa. Refresh your memory," ujar Engelina sambil memandang tajam raut Emir.

Engelina juga membantah telah menerima cek dari Emir ataupun Dudhie Makmun Murod. Ia mempertanyakan pengakuan Emir yang membantah tidak pernah memberikan cek kepadanya. "Jadi saya terimanya dari siapa? Saya minta ini dikonfrontir karena ini menyangkut nasib saya, untuk sesuatu yang tidak saya lakukan," tandas Engelina.[arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya