RMOL. Insiden jatuhnya pebalap Honda Dani Pedrosa di GP Prancis akhir pekan lalu berakibat fatal. Rider asal Spanyol itu terancam absen di seri kelima di MotoGP Catalunya tiga pekan mendatang.
Hal itu diungkapkan tim Honda seperti dilansir di situs resmi MoÂtoGP. Disebutkan, Pedrosa haÂrus menjalani pemeriksaan di Clinica Teknon, di mana hasil tes terbaru adanya patahan yang terÂatur di tulang selangka sebeÂlah kanannya.
“Dalam beberapa hari ke deÂpan, kami baru akan memutusÂkan apakah dia harus menjalani operasi untuk memulihkan pataÂhÂan pada tulang bahunya atau membiarkan tulang itu sembuh sendiri tanpa intervensi (operaÂsi),†ujar salah satu staf tim RepÂsol Honda.
Seperti diketahui, Pedrosa meÂngalami
crash pada lap ke-18 keÂtika bertarung memperebutkan posisi kedua dengan pebalap San Carlo Honda Gresini, Marco SiÂmoÂncelli. Setelah terjadi adu ban belakang, Pedrosa yang berusaÂha menghindar kemudian tergeÂlincir jauh ke luar lintasan.
Pedrosa kemudian terjatuh deÂngan bahu kanan mengantam trek, sebelum akhirnya terseret hingÂga ke
gravel trap. Ketika bangÂkit, dia menunjuk-nunjuk bahu kanannya, menyadari bahÂwa dia kembali menderita cedera.
“Dalam beberapa hari mendaÂtang akan diputuskan apakah perlu dilakukan operasi untuk memperbaiki tulang yang patah dengan memasang pelat baru, atau membiarkan cedera itu semÂbuh sendiri tanpa intervensi,†ujarnya.
Rekan setimnya, Casey Stoner turut menyesal atas apa yang terÂjadi pada Pedrosa di Le Mans, PranÂcis. “Saya sangat prihatin dan hanya berharap, semoga dia bisa cepat pulih dan kembali ke linÂtasan untuk kompetisi. Kita seÂmua tahu dia adalah rival yang berat,†kata Stoner.
Stoner mengaku, dirinya tak ingin mengambil keuntungan daÂri situasi sulit yang sedang diÂalami rekannya. Pebalap asal Australia ini hanya ingin bertaÂrung secara fair. “Ini sungguh buÂkan cara yang saya inginkan unÂtuk meraih banyak poin,†ujar peÂbalap asal Australia itu.
Akibat kecelakaan di Le Mans kemarin, Pedrosa harus rela tuÂrun posisinya di peringkat ke tiÂga dengan 61 poin. Sedangkan reÂkan setimnya Casey Stoner beraÂda di posisi kedua dengan 66 poin dan tertinggal jauh oleh Jorge Lorenzo yang memimpin klasemen teratas dengan 78 poin.
Di tempat terpisah, Marco SiÂmoncelli membela diri bahwa tinÂdakannya adalah normal, yaÂitu mengeram laju motor ketika ban depan Pedrosa menyentuh ban belakang. Bahkan, dia mengaku memberi ruang kepada Pedrosa.
“Saya sedih karena gagal meÂraih podium. Di atas semuanya, Pedrosa terluka. Menurut opini saya, Pedrosa mengalami sedikit kesulitan ketika menyalip saya di saat yang sama saya mengerem,†kata Simoncelli.
Pedrosa, menurut Simoncelli, mengerem sebelum berada di tiÂkungan. “Dan saya berada di luar dan di depan tikungan. Saya tiÂdak ingin mengalah, jadi saya biarÂkan ia berjarak hanya semeÂter,†ujarnya.
Atas insiden tersebut, SimonÂcelli banyak mendapat kecaman terkait gaya mengemudi “uraÂkan†yang dilakukannya ketika berlomÂba. Akibatnya, SimonÂcelli mendaÂpat hukuman penalti.
[RM]