ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. DPR akan terus memantau langkah Telkomsel dalam tender pembangunan Customer Relationship Management (CRM). Pengawasan dilakukan bukan sekedar karena harga tender senilai Rp 1,8 triliun, namun juga karena ada dugaan keterlibatan perusahaan Amdocs, yang disebut-sebut memiliki jaringan bisnis dan politik dengan Yahudi-Israel.
"Kalau memang ada perusaahan Yahudi-Israel, maka kita akan mendesak Kementerian BUMN untuk segera menghentikan proyek tersebut," kata anggota Komisi VI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Nasril Bahar, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 16/5).
Nasril mengingatkan, bisnis telekomunikasi bukan sekedar urusan ekonomi semata namun juga terkait dengan aspek politik dan keamanan. Nasril meminta pemerintah untuk menghindari mekanisme ekonomi neoliberal yang diserahkan kepada pasar semata. Apalagi hal ini terkait dengan bisnis telekomunikasi.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26
UPDATE
Sabtu, 04 April 2026 | 06:08
Sabtu, 04 April 2026 | 05:40
Sabtu, 04 April 2026 | 05:14
Sabtu, 04 April 2026 | 05:12
Sabtu, 04 April 2026 | 04:38
Sabtu, 04 April 2026 | 04:03
Sabtu, 04 April 2026 | 04:00
Sabtu, 04 April 2026 | 03:38
Sabtu, 04 April 2026 | 03:26
Sabtu, 04 April 2026 | 03:03