RMOL. Tanggal 14 Mei 2011 akan menjadi tanggal yang selalu diingat warga Manchester. Pada tanggal tersebut, dua klub liga PreÂmier asal kota di barat laut IngÂgris itu, Manchester United dan Manchester City, berbareÂngan menjuarai trofi domestik dan berpesta sampai pagi.
Sang saudara tua United lebih dulu berpesta setelah menjadi peÂmegang titel liga Premier terÂbaÂnyak pada Sabtu malam deÂngan menjuarai Liga Premier 2010/2011. Gelar tersebut meruÂpakan gelar ke 19 United, mengÂalahkan Liverpool yang sebeÂlumÂnya menjadi pemegang trofi terbanyak, yakni 18 buah.
Sempat tertinggal 1–0 oleh gol Brett Emerton, penalti sukses WayÂne Rooney membawa UniÂted meraih hasil seri atas tuan Blackburn Rovers. Meski cuma satu poin, namun itu sudah cuÂkup buat Rooney Cs memastikan gelar juara. Dengan torehan poin 77 dan laga tersisa satu, posisi United sudah sulit dikejar rival terÂdekat Chelsea yang terpaut tuÂjuh poin.
Pencapaian rekor liga Inggris ini melengkapi kesuksesan UniÂted di kancah domestik. SebeÂlumÂnya, United juga menjadi pemegang rekor terbanyak Piala FA lewat torehan 11 trofi. SaÂyangnya, musim ini Setan Merah tak bisa menambah gelar komÂpetisi tertua di dunia itu karena tersingkir di semifinal.
“Gelar ini menyingkirkan LiÂverpool sebagai peraih gelar terÂbanyak. Saya tidak mengira akÂhirnya bisa mengatakan hal ini. Tetapi yang terpenting adalah, akÂhirnya United menjadi tim terÂbaik di Inggris. Dalam perolehan gelar juara Liga Inggris,†ujar peÂlatih Sir Alex Ferguson dengan bangga.
“Sama halnya dengan Piala FA. Kami memenangkan trofi ini lebih banyak dari tim manapun. Sekarang kami memenangÂkan gelar Liga Inggris paling baÂnyak,†tamÂbahÂÂnya.
Dua jam berselang, giliran City yang merayakan pesta beÂsar–besaran seusai mengakhiri puasa trofi selama 36 tahun deÂngÂan menjuarai Piala FA usai menaklukkan Stoke City. Di fiÂnal yang digelar di Wembley, Yaya Toure menjadi pahlawan keÂmenangan The Citizen karena menjadi satu–satunya pemain yang mencetak gol.
Meski tak sementereng Liga Premier, bagi City keberhasilan ini menjadi semacam penebusan atas ratusan juta poundsterling yang sudah mereka tanamkan unÂtuk berinvestasi dalam bentuk pemÂbelian pemain.
Sang pelatih RoÂberto Mancini yakin keberÂhaÂsilan dirinya meraih trofi perÂdana ini menjadi langkah awal The CiÂtizen untuk memenangi troÂÂfi lainÂnya musim depan.
[RM]