Berita

pssi/ist

Olahraga

DPR Siap Back-up Agum Gumelar

SABTU, 14 MEI 2011 | 21:55 WIB | LAPORAN:

RMOL. Untuk mengamankan keputusan Komite Normalisasi yang tetap menggugurkan George Toisutta dan Arifin Panigoro, DPR siap mem-back up Agum Gumelar Cs. Langkah ini dilakukan agar kelompok 78 tidak terus merecoki penyelanggaraan kongres PSSI yang akan dilakukan 20 Mei nanti.

Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairul Azwar menegaskan, keputusan Agum yang tetap tidak menerima Toisutta dan Panigoro adalah keputusan yang paling tepat. Dengan keputusan tersebut, Indonesia bisa terbebas dari bayang-bayang sanksi FIFA.

”Karena itu, DPR siap mendukung penuh keputusan tersebut. Kita siap berada di depan Pak Agum untuk membela keputusan dari pihak yang tidak senang,” kata Rully kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu malam (14/5).


Rabu depan (18/5), lanjut Rully, Komisi X akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dangan Menpora. Dalam rapat ini, DPR akan menegaskan dukungan terhadap keputusan Komite Normalisasi. DPR juga akan meminta ke pemerintah untuk mendukung keputusan itu.

Rully menambahkan, DPR sudah lelah mendengar konflik PSSI yang berkepanjangan. Makanya, begitu langkah yang baik, DPR tidak mau kehilangan momen untuk ikut menyelesaikan konflik yang terjadi.

”Kita tidak ingin sepak bola kita terus dirundung masalah. Keputusan Pak Agum telah menjadi solusi terbaik untuk perbaikan sepak bola kita. Makanya, kita sangat mendukung itu dan menyerukan semua pihak untuk ikut mendukungnya,” tandas Rully.

Anggota Komisi X dari PDIP Dedi ”Miing” Gumelar mengaku jengkel dengan ulah kelompok 78 yang terus memaksakan kehendak mau mencalonkan Toisutta dan Panigoro. Padahal, jelas-jelas dua orang ini sudah dilarang oleh FIFA untuk maju.
Dia memperkirakan, saat ini kelompok 78 masih berusaha untuk merecoki kongres yang mengganggu keputusan Agum. ”Karena itu, kita tidak akan tinggal diam. Kita akan bela Agum dari serangan kelompok ini,” janjinya.

Miing menegaskan, selama ini kelompok 78 mengaku kaum reformis, padahal sebenarnya tidak. “Kata siapa mereka reformis. Mereka itu dulunya anak buah Nurdin. Kalau memang reformis, harusnya pada 2007 mereka menggelar kongres luar biasa karena saat itu Nurdin di penjara. Tapi kan saat itu mereka diam saja. Kok seperti ini mau disebut sebagai reformis,” tukasnya.

Untuk membuktikan dukungannya pada Komite Normalisasi, Miing mengaku siap untuk berdiri di jajaran paling depan kalau ada pihak yang kembali mempermasalahkan keputusan Sehingga pelaksanaan kongres bisa berjalan lancar tanpa ada yang mengganggu.

Khusus untuk kelompok 78, Miing berharap mereka tidak berulah lagi. Sebab, kalau kongres 20 Mei sampai gagal, yang rugi bukan hanya pemain sepak bola dan pengurus PSSI, tapi semua rakyat Indonesia.

”Kalau FIFA sampai menjatuhkan sanksi, bukan sepak bola kita saja yang dilarang ikut dalam event internasional. Kita juga dilarang berhubungan dengan negara lain terkait sepak bola. Bahkan, kita juga bisa dilarang mendapatkan siaran sepak bola internasional. Jadi, kerugiannya sangat besar,” tandasnya.[arp]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya