Berita

pln/ist

Ada Skenario Menjadikan Eddi Widiono Sebagai Target

JUMAT, 13 MEI 2011 | 23:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengacara mantan direktur utama PT PLN (Persero), Eddi Widiono Suwondo mengklaim proyek pengadaan sistem informasi pelanggan dan Rencana Induk Sistem Informasi di PT Perusahaan Listrik sudah dijalankan sesuai aturan dan anggaran dasar perusahaan setrum.

"Bukan hanya ada ijin dari komisaris, tapi juga ijin dari RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Pokoknya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada. Sesuai dengan anggaran dasar PLN. Sesuai juga dengan ketentuan perundang- undangan," ujar pengacara Eddie, Maqdir Ismail usai menemani pemeriksaan kliennya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta (13/5).

Maqdiri mengakui memang kliennya memberi pengarahan kepada Fahmi Mochtar petinggi PLN di wilayah distribusi Jakarta-Tangerang selaku pelaksana teknis proyek senilai Rp 1 triliun itu. "Memang ada pengarahan dari direktur PLN (Eddy)," katanya.


Maqdir menambahkan, karena direstui oleh dewan komisaris dan RUPS, maka Laksamana Sukardi sebagai menteri BUMN turut mengetahui proyek yang kemudian menjadikan kliennya sebagai tersangka sejak Mei 2010 lalu. Namun begitu dirinya enggan memaksakan kalau Laksamana Sukardi juga harus diperiksa KPK "Kalau soal diperiksa itu tugasnya KPK," ucapnya.

Maqdir enggan mengungkap ada aktor-aktor lain yang sengaja menjadikan Eddie sebagai target dibalik penetapan statusnya sebagai tersangka sejak Mei 2010. Apa yang dialami kliennya, ucap Maqdir, sebagai tuntutan dari sebuah jabatan. "Ngga lah. Itu sih resiko jabatan," katanya.[arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya