telkom/ist
telkom/ist
RMOL. Kinerja Telkom sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menguasai hajat hidup orang banyak masih rendah. Pasalnya masih banyak keluhan masyarakat yang tidak puas atas pengelolaan telekomunikasi nasional.
"Contohnya adalah program telepon rumah yang dalam perincian tagihannya tertulis ada biaya tetap. Ironisnya dalam program ini banyak pelanggan yang tidak ditawarkan terlebih dahulu sehingga banyak pelanggan dirugikan karena tagihan telepon membesar dengan tambahan biaya tetap tersebut," kata Jurubicara Lembaga Swadaya Masyarakat Jakarta Development Watch (Jadewa) Nur S Azhari dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Rabu, 11/5).
Nur juga menuntut presiden dan aparat terkait mengevaluasi dan menginvestigasi sejumlah kasus di lingkup internal induk dan anak perusahaan PT Telkom. Proyek-proyek yang diduga bermasalah itu, antara lain, proyek renovasi gedung senilai Rp 35 miliar yang di mark up menjadi Rp 45 miliar, proyek swap Telkomsel serta pengadaan sim card untuk T Cash.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14
Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42
Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07