Berita

SUAP SESMENPORA

ICW Tak Percaya Andi, Nazaruddin Tak Tahu

MINGGU, 08 MEI 2011 | 17:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Indonesia Corruption Watch  (ICW) menilai kasus suap pembangunan wisma atlit sebagai kasus yang sederhana.

Modus korupsi yang dilakukan Wafid Muharam (eks Sesmenpora), Mohamad Idris (Direktur Marketing PT DGI) dan Rosa (broker) sudah lumrah terjadi.

"Modus korupsinya sederhana. Terjadi umum pada pengadaan barang dan jasa. Saat seleksi ada uang yang dijanjikan," ujar peneliti ICW, Tama S Langkun kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu, Minggu (8/5).


ICW tak percaya jika domain suap dalam proyek senilai Rp199 miliar tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pejabat yang lebih tinggi alias bos masing-masing ketiganya. Menteri Andi Mallarangeng sebagai bos Wafid, M Nazaruddin sebagai bos Rosa dan para petinggi DGI pasti tahu terhadap tindakan anak buahnya.

"Tidak mungkin Sesmenpora melakukannya sendiri. Disisi lain marketing tidak mungkin memberikan suap tanpa ada persetujuan perusahaan," katanya.[dry]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya