nii/ist
nii/ist
RMOL. Kemuakan kader-kader Negara Islam Indonesia (NII) berawal dari tuntutan mengumpulkan pundi-pundi uang ke kas NII.
"Semua hal yang ditemukan di lapangan harus dilaporkan ke NII. Makanya kita mulai berbohong untuk meraup uang," ujar mantan kader NII yang bertobat, Sukanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Crisis Center, dalam diskusi di dialog kenegaraan," Penanganan NII di Berbagai Daerah" di komplek parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 4/5)..
Dari situ, lanjut Sukanto, dirinya mulai berbohong. Segala cara dilakukan, termasuk dia berbohong telah menabrak kendaraan lain, dan minta uang ke orang tua untuk mengganti. "Tak hanya itu, juga mengambil uang tabungan keluarga. Dan untuk merekrut orang sebanyak-banyaknya, kuliah pun harus ditinggalkan," lanjutnya.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Rabu, 29 April 2026 | 16:19
Rabu, 29 April 2026 | 16:10
Rabu, 29 April 2026 | 16:09
Rabu, 29 April 2026 | 16:05
Rabu, 29 April 2026 | 15:56
Rabu, 29 April 2026 | 15:44
Rabu, 29 April 2026 | 15:42
Rabu, 29 April 2026 | 15:37
Rabu, 29 April 2026 | 15:27
Rabu, 29 April 2026 | 15:25