Berita

perang pantai gading

Dunia

Milisi Pantai Gading Serahkan Senjata

SABTU, 30 APRIL 2011 | 20:16 WIB | LAPORAN:

RMOL. Milisi di Pantai Gading mulai menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah baru negara itu. Kelompok milisi ini adalah pejuang yang setia kepada mantan presiden Laurent Gbagbo. Kelompok ini menyerahkan senjata di di Yopougon, pinggiran ibukota Pantai Gading, Abidjan.

Milisi menyerahkan senapan, peluncur roket dan granat kepada pasukan pemerintah Pantai Gading yang dipimpin Presiden Alassane Ouattara. Ratusan tentara pemerintah terus mengawasi upacara penyerahan senjata. Selain pasukan pemerintah, pasukan penjaga perdamaian PBB pun hadir di sana untuk mengawasi.

Eugene Djue, salah satu pemimpin sisa dari milisi, seperti yang dilansir dari AFP mengatakan faktor utama yang membuat mereka menyerahkan senjata adalah permintaan dari warga sipil yang sudah muak dengan pertempuran dan kerap meminta korban dari masyarakat sipil.


"Warga meminta kami untuk tidak menggunakan kekerasan. Karena jika terjadi kekerasan, mereka akan menjadi korban pertama," kata Eugene.

Lingkungan Yopougon di sebelah barat laut Abidjan adalah benteng terakhir milisi pro Gbagbo setelah Ouattara menangkap mantan Presiden dan mengambil alih kekuasaan pada tanggal 11 April. Dengan penyerahan senjata secara simbolik ini, diharapkan tidak ada lagi perang saudara di negara asal Dider Drogba itu.

"Pantai Gading telah begitu banyak melihat pertumpahan darah. Sangat berlebihan dan harus segera dihentikan. Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.  Dan sekarang kami ingin damai," demikian tegas Philippe Mangou, kepala pasukan milisi pro-Gbagbo yang telah mengucapkan janji setia kepada Ouattara. [arp]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya