Berita

Felipe Massa

Olahraga

Massa Ngedumel

Mesin Kuda Jingkrak Masih Letoy
MINGGU, 24 APRIL 2011 | 06:27 WIB

RMOL. Perhelatan balapan Formula Satu (F1) sudah memasuki seri ketiga. Namun, sejumlah tim mengaku belum menemukan strategi ideal untuk bersaing meraih gelar juara dunia, termasuk tim Ferrari.

Hal itu diakui pebalap Ferrari Fe­lipe Massa yang mengatakan bahwa timnya ma­sih berupaya  me­ne­mukan solusi  untuk menyaingi dua rival utama­nya, Red Bull dan McLaren.

Kuda Jingkrak,  julukan Ferra­ri, belum mampu me­nunjukkan performa terbaiknya selama tiga seri terakhir; GP Australia, GP Malaysia dan GP China. Di sir­kuit Shanghai, kedua pebalap Fer­rari, Fernando Alonso dan Mas­sa lagi-lagi gagal naik po­dium.


Padahal, pada seri tersebut, Fer­rari sudah melakukan per­ubahan strategi dengan me­ngambil dua pitstop, lebih sedikit dari Lewis Hamilton (3 pit) yang keluar sebagai juara.

Menurut Massa, strategi dua pitstop yang diterapkan timnya ti­dak berjalan lancar, karena tim­nya juga belum menemukan stra­tegi yang tepat dalam pemi­lilihan ban. “Mudah mengata­kan, kami seharusnya menerap­kan tiga kali pitstop bukan dua kali. Tapi nyatanya, saya juga ti­dak yakin strategi tersebut tepat buat kami,” kata Massa seperti di­kutip situs resmi Ferrari.

“Masalah utama saya adalah, performa mobil yang lebih buruk dari tim lain yang nampaknya sudah berpengalaman dengan ban keras Pirelli. Ini berarti, jika ban cocok, maka mobil bisa men­dapatkan kecepatan yang le­bih baik, seperti yang kita lihat di sesi kualifikasi. Saat ini, kami je­las punya masalah. Untuk ma­sa­lah mobil, saya rasa kami cu­dah cukup kompetitif,” sam­bungnya.

“Sejauh ini, kami masih terus mem­pelajari berbagai ke­ku­rangan kami dan me­nga­na­li­sa­nya dengan cermat, agar ka­mi bisa tahu apakah kami ha­rus me­nga­dopsi strategi berbeda. Mung­kin, memodifikasi strategi kami di kualifikasi dan meng­gu­nakan ban yang lebih segar saat balapan,” tambahnya.

Pada kesempatan sama, Pre­siden Ferrari, Luca di Mon­te­ze­molo langsung meng­instruk­si­kan pada timnya untuk langkah pembenahan pada Ferrari. Bah­kan, dia berjanji akan melakukan evaluasi pada kinerja tim yang saat ini belum bekerja maksimal.

“Performa mobil harus segera ditingkatkan. Karenanya kami harus bekerja keras dalam se­lama beberapa pekan ke depan. Fo­kusnya adalah sistem aero­dinamis. Masalah ini tidak akan selesai begitu saja, terlebih para pe­saing kami juga tidak akan ber­topang dagu,” kata Do­menicali.

Pernyataan Domenicali itu kemudian disambut hangat oleh Fernando Alonso.

The Spaniard mengakui kalau sis­tem aerodinamis adalah ba­gian yang paling bermasalah pa­da mobilnya.

“Kita harus bisa meningkatkan per­forma. McLaren dan Mer­ce­des bisa melakukannya, me­nga­pa kita tidak? Ganjalan kami ada pada sistem aerodinamis dan itu harus secepanya diperbaiki,” ujar Alonso.

Sementara itu, Kepala Teknis Red Bull Racing, Adrian Newey mengaku bosan mendengar ru­mor yang menyebutkan kalau tim­nya melakukan tindakan ille­gal dengan menggunakan sayap depan lebih rendah.

Menurutnya, tuduhan Red Bull penggunaan sayap illegal sa­ngat mengganggu timnya. Tu­du­han tersebut, kata Newey, se­bagai cara yang dilakukan tim lain agar ‘Banteng Merah’tidak se­cepat saat ini.

“Sejujurnya, rumor ini sangat mem­bosankan. Sepanjang mu­sim saya mendengar keluhan ba­nyak orang tentang sayap depan Red Bull. Padahal tes yang ketat sudah dilakukan oleh FIA, sayap kami juga diperiksa secara detil dan tidak ada yang salah,” ka­tanya.

Terus terang, kata Newey, pe­rubahan tersebut dilakukan ber­da­sarkan peraturan yang dite­tap­kan FIA. “Peraturan sangat jelas, sehingga anda memiliki batasan, apa yang anda bisa dan tidak bisa lakukan dengan sayap depan. Meski akan merugikan tim lain,” lanjutnya.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya