Berita

antasari azhar/ist

Ruhut Sitompul: Tunjuk Hidung Perekayasa Kasus Antasari

SABTU, 23 APRIL 2011 | 16:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kasus pembunuhan Nasaruddin Zulkarnaen disebut-sebut hanya lah rekayasa untuk menjebak Antasari Azhar. Tapi diingatkan, rekayasa atau tidak, kasus Antasari itu tidak ada hubungannya dengan Partai Demokrat.

"Nggak ada hubunganya. Apa hubungannya?" tegas Jurubicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 23/4).

Karena itu, dia mempersilakan Komisi Yudisial untuk memeriksa hakim yang menangani kasus mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi bila memang terbukti ada pelanggaran kode etik. Tapi dia mengingatkan, agar KY jangan mempublikasikan sebelum ada temuan final.


"Tapi tolong sebelum ada hasilnya jangan mengandai-andai. Karena itu sangat bahaya," katanya.

Tak hanya itu, anggota Komisi III DPR ini juga mempersilakan Antasari untuk mengajukan novum bila memang memilikinya. Menurutnya, hal itu penting untuk segera diajukan agar polemik ini segera berakhir dan tidak ditumpangi oleh pihak-pihak yang memiliki tujuan tertentu.

Termasuk kepada anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo. Ruhut meminta kawan sesama anggota komisi hukum itu untuk langsung tunjuk hidung siapa orang kuat yang membekingi kasus Antasari tersebut.

"Bambang Soesatyo itu bukan orang hukum. Kalau ada orang kuat yang ia tahu, pasti dia buka. Tapi dia tidak tahu, hanya lempar bola saja. Kalau ada orang kuat, tunjuk hidung aja. Kan Bambang orang pemberani. Buka saja," tegasnya.

Dalam wawancara dengan Rakyat Merdeka yang dimuat hari ini, Bamsoet mensinyalir ada orang kuat yang membekingi kasus Antasari Azhar tersebut.
 
Benarkah rakyat sekarang sudah mulai berbalik arah da­lam memandang kasus Anta­sari?

Perlahan tapi pasti. Persepsi publik terhadap peran Antasari dalam pembunuhan almarhum Nasruddin kini mulai berbalik. Antasari mulai dilihat sebagai korban rekayasa kasus hukum. Sebagian publik kita pun mulai yakin bahwa hanya kekuatan besar di negara ini yang mampu memerangkap Antasari. Perta­nyaan usil berikutnya adalah mengapa Ketua KPK itu sampai tidak bisa menghindar dari jeba­kan itu? Jawabannya, ada orang kuat bekingi rekayasa ini. Sebab, orang itu sangat marah pada Antasari. ‘Dosa’ Antasari, kata­nya, sulit dimaafkan. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya