Berita

ilustrasi, motogp

Olahraga

GP Jepang Ngegantung

Gara-gara Tsunami & Radiasi Nuklir
SABTU, 23 APRIL 2011 | 06:15 WIB

RMOL. Bos MotoGP Carmelo Ezpe­leta menyatakan, tidak ada peng­ganti untuk GP Jepang, jika pihak penyelenggara lokal memutuskan tidak menggelar balapan di Sir­kuit Motegi sebagai dampak gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu.

Rencananya, GP Jepang akan di helat bulan Juli men­da­­tang, namun akibat bencana radiasi nuklir pasca gempa dan tsunami, balapan di sirkuit se­pan­jang  4.801 meter itu di­pindahkan ke bulan Oktober. Na­mun, pihak yang ber­ke­pen­ti­ngan masih menunggu ke­putusan panitia.

“Saat ini, MotoGP menung­gu keputusan panitia. Namun yang pasti, tidak akan ada GP peng­ganti jika balapan di Je­pang ditiadakan,” ujar Ez­pe­leta.


Menurutnya, perlombaan GP Jepang harus digelar tepat waktu pada bulan Juli. Dia juga menegaskan lomba MotoGP akan digelar jika tidak ada ancaman radiasi.

“Saya 100 persen percaya dengan Jepang dan jika mereka mengatakan lomba bisa digelar mereka pasti menjamin aman. Jika sebaliknya,. Saya yakin me­reka yang pertama akan me­ngevaluasi situasi,” ujarnya.

Wakil Presiden Honda Shu­hei Nakamoto juga menam­bahkan, rusaknya trek Sirkuit Suzuka akibat gempa saat ini telah diperbaiki. Para pem­balap juga telah melakukan tes mo­tor tanpa masalah.

Sebagai ajang ujicoba, pada Juli mendatang akan diadakan ke­juaraan balap nasional. Ezpeleta mengaakan jika event tersebut bisa menjadi acuan untuk pelaksanaan GP Jepang nanti.

“Pada bulan Juli akan ada event di sana, artinya  pada saat itu tempat tersebut harus dapat digunakan. Pada saat itu kita harus yakin apakah balapan bi­sa digelar disana,” pungkas Ezpeleta.  [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya