Berita

Rafael Nadal

Olahraga

Nadal: Djokovic Harus Diwaspadai

RABU, 20 APRIL 2011 | 05:45 WIB

RMOL. Status peringkat satu dunia yang disandang Rafael Nadal mulai diusik-usik petenis Ser­bia Novak Djokovic. Tidak heran, kalau petenis asal Spa­nyol itu terus mengejar poin untuk mengamanakan po­sisinya.

Untuk mengokohkan sta­tus­nya, Nadal menargetkan meraih gelar juara di tiga turnamen yakni Barcelona Terbuka, Madrid Terbuka dan Ro­ma Terbuka. Termasuk kon­sentrasi menghadapi Grand Slam Prancis Terbuka yang digelar 17 Mei men­datang.

“Barcelona Terbuka bukan hanya latihan untuk Roland Garros (Prancis Terbuka). Saya tidak bisa memikirkan Roland Garros saat ini. Saya ha­rus bermain lebih agresif untuk memenangkan tiga turnemen seebelumnya,” ujar Nadal.


Jika Nadal kembali menang di Barcelona Terbuka, maka dia akan mengantongi 500 tam­bahan di luar poin saat ini yang berjumlah 12.870. De­ngan begitu Nadal bisa me­nga­mankan posisinya dari kejaran poin Novak Djokovic yang mengoleksi 9.640.

Seperti diketahui, The Djo­ker, julukan Djokovic, tam­pil luar biasa musim ini dengan mengantongi rekor keme­nangan 26 kali berturut-turut, termasuk meme­nang­i Grand Slam awal tahun Australia Terbuka dan me­nya­lip Roger Federer di pe­ringkat dua dunia.

Djokovic juga sudah me­ngalahkan Nadal dua kali di musim ini yaitu di final Indian Wells dan Miami Masters. Tak heran, petenis kidal itu lebih mewaspadai Djokovic ketimbang Roger Federer.

“Aku sudah sering bertemu Federer di berbagai momen. Tapi, saya juga harus me­was­padai pemain lain. Saya lihat Djokovic berada dalam posisi menguntungkan,” kata Nadal yang baru saja menjuarai tur­namen tanah liat Monte Carlo Mas­ters akhir pekan lalu.  [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya