Berita

Ca­sey Stoner

Olahraga

Dituduh Curang, Honda Naik Darah

SENIN, 18 APRIL 2011 | 00:00 WIB

RMOL.Tampil ciamik di ajang Mo­to­GP musim ini, rupanya mem­bawa kabar tidak sedap bagi tim Repsol Honda.

Tim berlambang ‘Sayap Me­ngepak’ itu dikabarkan meng­adopsi sistem kopling ganda yang dilarang di ajang balap motor prototype tersebut

Dituduh main curang, Hon­da langsung naik pitam. Bos tim Repsol Honda Shuhei Na­ka­moto pun membela timnya seraya membantah telah me­lakukan tindakan illegal yang membuat motor-motor Honda lebih melasat musim ini.

Dengan tegas, Nakamoto me­ngatakan bahwa teknologi yang diterapkan timnya pada RC212V adalah legal, karena sebelum musim dimulai, tek­no­logi tersebut telah melewati pe­ngujian resmi dan mendapat persetujuan dari Direktur Tek­nik Federation International of Motorcycle (FIM), Mike Webb.

“Saat dia (Webb) mendengar tentang gearbox yang kami gu­nakan, dia langsung meli­hat­nya dan mengecek gearbox ter­sebut. Hasilnya, dia menga­ta­kan tidak ada masalah dengan perangkat ini. Kami sendiri sudah tahu hal ini,” tegas Na­ka­moto seperti dikutip MCN.

“Rumor yang menyatakan kami menggunakan sistem kopling ganda adalah isu yang bodoh. Sudah jelas, regulasi me­larang anda menggunakan sistem tersebut. Jadi, sekarang tanyakan saya kepada orang bodoh yang memulai rumor ini,”  kesalnya.

Isu penggunaan perangkat ilagel di kubu Honda memang cukup beralasan. Pasalnya se­jak sesi latihan pramusim baik Ca­sey Stoner dan Dani Pedro­sa selalu bergantian menjadi pe­balap tercepat.

Makin menguatkan isu ter­se­but, saat Stoner yang baru ber­gabung bersama Honda mu­sim ini berhasil naik podium perta­ma seri perdana di GP Qatar per­tengahan Maret lalu.

Penampilan ciamik mereka berlanjut di seri kedua. Stoner kembali star terdepan di Sirkuit Jerez Spanyol dua pekan lalu.

Sayang, karena insiden tab­rakan dengan rider Ducati Va­lentino Rossi di lap ketujuh, Sto­ner gagal menyelesaikan lom­ba, padahal saat itu dirinya berada di posisi kedua. [RM]



Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya