Berita

Sebastian Vettel

Olahraga

Baby Schumi Trengginas

Webber Ngaku Nggak Panik
SABTU, 16 APRIL 2011 | 06:16 WIB

RMOL. Performa pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel semakin tidak tertandingi. Sang juara dunia itu berhasil menguasai sesi latihan di Sirkuit Shanghai pada GP China, kemarin.

Baby Schumy, julukan Vettel, mencatat waktu tercepat di dua sesi free practice (latihan bebas) se­telah mengungguli pesaing ter­beratnya musim ini, duo Mc­La­ren, Lewis Hamilton dan Jenson Button.

Di sesi latihan pertama, Jumat (15/4) pagi waktu setempat, pe­balap asal Jerman itu mengan­tongi waktu tercepat satu menit 38,739 detik atau unggul 0,615 de­tik atas rekan setimnya Mark Web­ber yang menjadi pebalap ter­cepat kedua. Sedangkan rival­nya, Hamilton dan Button di po­sisi ketiga dan keempat.


Siang harinya, lagi-lagi Vettel kembali menorehkan waktu ter­cepat dengan catatan waktu ter­baik satu menit 37,688 detik atau unggul 0,16 detik atas Hamilton yang menempati posisi kedua. Di posisi ketiga diraih Button de­ng­an mencatatkan waktu ter­ce­pat satu menit 37,935 detik.

Hasil buruk justru dialami pe­balap tim ‘Kuda Jingkrak’ Fer­rari. Dua pebalapnya Fernando Alonso dan Felipe Massa gagal masuk posisi lima besar di dua sesi ’free practice.

Di sesi pertama, Massa hanya berada diposisi keenam, semen­tara Alonso tampil lebih buruk setelah tercecer di posisi ke-12. Hal serupa juga terjadi di sesi latihan bebas kedua, Massa tetap konsisten di posisi keenam, se­dangkan Alonso makin tercecer di posisi ke-14.

Meski tampil trengginas di dua sesi latihan, Vettel tetap tidak mau besar kepala. “Saya menja­lani dua balapan dengan baik, tapi kami datang ke sini dan me­mulai dari nol. Saya akan terus men­coba mempertahankan pe­nam­pilan terbaik,” kata Vettel.

Dia mengaku, balapan sesung­guhnya akan lebih berat karena semua pebalap akan menampil­kan segenap kemampuan ter­baik­­nya.

“Di sesi tes, McLaren selalu me­nekan. Mereka juga tampil ba­gus di Melbourne, dimana jika kita melihat hasil tes sulit mem­baca kecepatan mereka. Ferrari juga sa­ngat cepat sama seperti Mercedes. Jadi semua kemung­ki­­nan bisa ter­jadi,” pungkas  Vettel.

Pada kesempatan sama, rekan setim Vettel, Mark Webber me­ng­aku tidak khawatir dengan dua ha­sil balapan yang kurang me­muas­kan. Di musim ini, pebalap asal Australia itu mengalami ma­sa sulit di seri awal musim ini ya­itu finis di posisi keempat di GP Malaysia dan kelima di GP Australia.

Meskipun demikian, Webber tidak begitu panik karena masih ada 17 seri balapan lagi yang akan dilalui musim ini. “Saya rasa jika saya masih muda mung­kin saya akan panik. Tetapi saya tidak panik sama sekali, saya su­dah sering mengalami hal ini,” ka­ta Webber.

“Saya sudah mengalami ber­ba­­gai macam hal, dan saya me­mi­liki banyak alasan untuk me­nya­dari bahwa saya pernah mem­peroleh beberapa musim yang sa­ngat baik dalam beberapa tahun terakhir ini, cuma orang-orang cen­derung membuat per­ban­di­ngan antara anda dan te­man se­tim anda dan semua hal se­macam itu,” tambahnya.

Di Melbourne, Webber harus berjuang dengan ban yang cepat aus, sementara di Malaysia dia ha­rus menghadapi Sistem Kine­tic Energy Recovery (KERS) yang gagal di beberapa putaran awal balapan.

Tombol pemacu tenaga tamba­han, yang menghasilkan tamba­han daya 80 tenaga kuda lagi bagi se­buah mobil balap, tidak ber­fungsi di mobil Webber pada saat start di Sepang sehingga dia langsung melorot ke posisi 10 pada putaran pertama dari sebe­lumnya berada di posisi ketiga saat start.

“Dia tidak hanya mengalah­kan saya, dia mengalahkan se­mua orang di lintasan. Tetapi ti­dak ada sesuatu yang akan berta­han selama-lamanya,” ungkap Webber.

Sementara itu, prinsipal tim Red Bull Christian Horner yakin bahwa Webber akan mencapai hasil yang lebih baik di balapan-balapan berikutnya.

“Saya tidak memiliki keragu­an sama sekali tentang kebang­kitan Webber di musim ini. Se­dang da­lam keadaan sulit saya dia bisa meraih tempat kelima dan keem­pat, apalagi kalau semua lancar-lancar saja,” kata Horner.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya