Berita

ilustrasi, kapal MV Sinar Kudus yang dibajak pe­­rompak Somalia

Kopassus & Marinir Mau Sergap Perompak Somalia

Eh, Kapal Sinar Kudus Sudah Digeser ke Pantai
SABTU, 16 APRIL 2011 | 05:51 WIB

RMOL. Pemerintah akhirnya buka-bukaan soal keputusan penanga­nan yang akan ditempuh untuk membebaskan 20 awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak pe­­rompak Somalia.

Menteri Koordinator Politik Hu­kum dan Keamanan, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto menegas­kan, pemerintah telah menyiap­kan operasi militer untuk mem­bebaskan para sandera.

TNI sudah mengirim 401 per­so­nel Kopassus dan Marinir. Na­mun operasi pe­nyer­buan urung digelar, lantaran kapal Sinar Kudus sudah dibawa merapat ke pantai oleh pembajak.


Operasi militer yang dilancar­kan berbarengan dengan opsi ne­goisasi. Dijelaskan Djoko, peme­rintah me­nerima kabar pembaja­kan kapal Sinar Kudus pada 17 Maret sore, sedangkan kapal ter­sebut sudah dibajak sehari se­be­lumnya.

Nah, sejak saat itu, pemerintah sudah menyiapkan langkah pe­nye­­lamatan. “Direktif Bapak Pre­siden adalah mengutamakan ke­selamatan awak kapal,” katanya.

Djoko mengungkapkan, pengi­ri­man pasukan khusus dengan ka­pal dilakukan karena saat itu ka­pal Sinar Kudus dijadikan kapal in­duk oleh pembajak untuk mem­bajak kapal lain. “Oleh karena kapal masih di laut lepas, opsi penyerbu­an men­jadi opsi yang dipilih dan disiap­kan benar oleh TNI,” katanya.

Dua kapal diberangkatkan pa­da 23 Maret menuju Kolombo un­tuk mengisi bahan ba­kar dan logistik.

“Karena harus fresh, pasukan diterbangkan dari Jakarta ke Ko­lombo,” tambah Panglima TNI Jenderal Agus Suhartono.

Menurut Agus, kapal berisi pa­sukan Kopassus dan Marinir itu berangkat dari Kolombo pada 30 Maret menuju daerah operasi.

Namun pada 2 April, kapal Si­nar Kudus sudah terlanjur dibawa merapat, sementara kapal TNI baru sampai di posisi lego pada 5 April. “Sebenarnya kami berha­rap ketemu di laut,” katanya.

Pasukan khusus yang dikirim terus mencari infor­masi lewat helikopter. Hasilnya, diperoleh in­formasi kapal Sinar Kudus ber­ada di antara delapan kapal lain yang juga dibajak di Puntland.

Dengan posisi seperti itu, lanjut Djoko, opsi melakukan pe­nyer­buan menjadi complicated dan berisiko tinggi.

Selain itu, BIN dan Kemenlu juga ikut menggali informasi. Djoko mengatakan, pihaknya juga menjalin komunikasi dengan satgas internasional yang ada di Teluk Aden. Djoko menolak jika operasi militer yang disiapkan gagal.

“Karena belum dilaksanakan. Saya tidak ingin ada kata-kata gagal. Tolong dipahami psikolo­gis anak-anak (pasukan, Red) di lapangan,” tegasnya.    [RM]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya