Berita

Olahraga

The Dragon Ogah Remehin Si Batu

Megawati: Saya Ingin Suami Saya Mundur Saat Masih Juara
JUMAT, 15 APRIL 2011 | 06:10 WIB

RMOL. Juara dunia Super Champions kelas bulu WBA Chris John mengaku memiliki strategi khusus untuk mengalahkan sang penantang Daud ‘The Stone’ Jordan. Namun, The Dragon tidak menargetkan meng-KO calon lawannya.

Hal itu diungkapkan Chris John dalam acara public training di Pondok Indah Mall, Jakarta. Me­nurutnya, Daud merupakan pe­tinju yang ulet dan memiliki ke­cepatan. “Dia (Daud, red) itu la­wan yang berat, teknik berta­rung­nya bagus dan dia punya kece­patan. Tentunya saya akan tampil se­baik mungkin, tapi kita lihat saja nan­ti,” kata Chris John tanpa mau men­jelaskan target realistisnya.

Rencananya, Chris John yang memiliki rekor 45-43, 22KO 2 seri akan menghadapi Daud Jor­dan memperebutkan sabuk juara kelas bulu WBA pada hari Ming­gu (17/4) di JiExpo Kema­yo­ran, Jakarta.


Menanggapi  duelnya nanti, Chris John mengaku sudah memiliki strategi khusus untuk mengalahkan Daud. “Sudah ada strateginya, tapi nggak akan saya beberkan dong,” kata petinju asal Banjarnegara, Jawa Tengah itu.

Chris John juga mengakui, ada satu hal yang harus diwaspadai dari petinju asal Kalimantan itu, yakni kecepatannya. Namun, dia tak mau terpancing dan terbuai dengan gaya permainan Daud yang cepat. Dia memilih akan tetap menjaga ritme pertarungan dengan lambat.

“Saya mewaspadai segala apa yang terjadi. Namun yang paling penting waspada dengan kece­pa­tan Daud. Saya tidak mau meng­anggap enteng, dia masih muda dan cepat,” ujar Chris John.

Kecepatan Daud memang ter­bukti saat petinju peraih medali perak di PON 2004 itu meng-KO petinju Argentina Damian Mar­chia­no. Dalam perebutan gelar kelas bulu versi WBO Asia Pasi­fic di Jakarta, pada 5 Desember 2010, Daud mengkanvaskan Marchiano dalam waktu 19 detik di ronde pertama.

Sementara itu, Daud juga pu­nya trik khusus untuk menga­lahkan seniornya itu. Petinju asal Kabupaten Kayong Utara, Kali­mantan Barat itu bertekad me­ng­alahkan Chris John dengan tam­pil menekan. “Saya akan meng­alahkan Chris. Di pertarungan ini saya tidak mau terbebani, saya tidak memikirkan masalah KO, yang penting ber­main dengan sebaik-baiknya dan tampil mene­kan untuk bawa pu­lang gelar,” lan­jut Daud.

“Saya sebagai pendatang baru, ingin membuktikan kalau saya bisa bersaing, ini kesempatan emas untuk membuktikan diri. Tekad saya merebut gelar Chris John,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, istri Chris John, Anna Maria Megawati me­nginginkan pertarungan mela­wan Daud merupakan pertarung­an yang terakhir bagi suaminya.

“Saya ingin dia (Chris John) mundur dari tinju pada saat ma­sih menjadi juara, jangan seperti yang sudah-sudah,” kata Anna Maria Megawati ketika dihubu­ngi menjelang keberangkatan ke Jakarta, kemarin.

Menurut bekas atlet wushu Jawa Tengah tersebut, kalau sua­mi­nya mundur saat masih men­ja­di juara, akan menjadi catatan tersendiri bagi dunia tinju nasio­nal. Ibu dua orang putri (Maria Luna Ferisha dan Maria Rosa Christiani) ini akan memberikan dukungan langsung di Jakarta.

Selama Chris John berada di Jakarta, Anna Maria Megawati, sudah dua kali bertemu  suami­nya. Antara lain, pada Minggu (10/4) karena Chris John ingin bertemu  kedua anaknya.

Ketika ditanya harapan perta­ru­­ngan Chris John melawan pe­tin­ju asal Kalimantan Barat ter­sebut, dia mengatakan tentunya harapannya suaminya bisa me­nang. Dia me­ngatakan, di­lihat dari sisi peng­alaman, suaminya lebih berpeng­alaman, tetapi jangan sam­pai meremehkan lawan.

Menurut Anna, Daud merupa­kan petinju yang baik dan  tekun ber­latih. “Orang menilai, suami saya tidak mempunyai pukulan mema­tikan sedangkan Daud me­miliki. Tetapi semuanya akan ter­bukti di atas ring,” katanya.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya