RMOL. Pelatih timnas basket China U-19, Fan Bin tersandung maÂsalah. Asosiasi Basket China (CBA) memberikan skorsing unÂtuk waktu tidak terbatas lantaran melakukan penganiayaan secara fisik dan verbal pada anak asuhÂnya.
Dilaporkan China Daily, Fan Bin melakukan penganiayaan seÂcara berulang-ulang kepada peÂmain. Akibatnya, beberapa peÂmain yang menjadi korban pengÂaniayaan melaporkan insiden tersebut kepada CBA dan meminta agar Fan Bin diÂcopot dari kepelatihannya.
Surat permintaan tersebut diÂsertai tanda tangan dan cap jemÂpol tinta berwarna merah sebaÂnyak 13 pemain yang menuÂduh pelatih kepala tersebut “berÂulang kali melakukan pengÂaniaÂyaan, memaki dan memukulâ€.
Para pemain mengaku mereka dianiaya secara terus menerus saat latihan dibawah pimpinan Fan selama tiga tahun.
Wakil Presiden CBA, Li JinÂsheng menegaskan Fan Bin terbukti bersalah atas pelangÂgaÂran. Untuk itu, pihaknya meÂnyamÂpaikan peringatan keras agar pelatih tersebut memperÂbaiÂki cara melatihnya.
“Fan harus bertanggung jawab penuh atas sangat memahami keÂsalahan yang telah dilakukannya. Kami tidak akan langsung meÂmeÂcatnya, tapi mendesaknya agar segera memperbaiki perilaÂkunya,†kata Jinsheng.
Seperti diketahui, tim basket ChiÂna U-19 pimpinan Fan disiapkan untuk menghadapi keÂjuaraan dunia U-19 di Amerika Serikat, Juni mendaÂtang.
Menyusul terkuaknya kasus ini, Fan Bin telah diperinÂtahkan untuk meminta maaf saat kemÂbali ke Tanah Air. “Kami akan teÂrus mengawasiÂnya di masa daÂtang dan melihat baÂgaimana dia menangani tim. Jika dia tidak bisa mengubah caÂra kerÂjanya di masa datang, kami akan menggantiÂnya,†kata Jinsheng.
Hubungan antar pelatih terÂseÂbut dengan pemain menÂjadi buÂruk setelah Fan mengÂumbar kaÂta-kata kotor kepada para peÂmaÂin, menyusul kekalaÂhan yang mereka alami pada JanuaÂri lalu.
Karena tidak tahan dengan perÂlakuan kasar tersebut, para peÂmain pun kemudian sepakat unÂtuk mengadu kepada CBA seÂbagai otoritas bola basket terÂtingÂÂgi di negara itu.
“Cara-cara lama dan kasar tiÂdak bisa lagi digunakan untuk memimpin pemain dan kami haÂrus mengembangkan model baru yang lebih fleksibel dan manuÂsiawi bagi para pemain muda,†ujar Xu Lan, Direktur Umum CBA.
[RM]