Berita

BPS: Penurunan Kematian Bayi Cerminkan Keberhasilan SBY

RABU, 06 APRIL 2011 | 17:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden SBY menegaskan bahwa aliran investasi sangat diperlukan dan pertumbuhan ekonomi amat diperlukan karena tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan ekonomi riil masyarakat. Namun, pernyataan SBY itu mendapat kritik dari kalangan pengamat dan mantan menteri keuangan.

Pengamat ekonomi dari Universitas Gajah Mada, Revrisond Baswir, mengatakan, dari indikator-indikator termudah, seperti kesenjangan antara Produk Domestik Bruto dengan Produk Nasional Bruto dan indeks gini, didapatkan kesimpulan bahwa pertumbuhan ekonomi makro tidak terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi rakyat sehari-hari.

Sedangkan Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, mengatakan, pertumbuhan ekonomi sekitar 6-7 persen  adalah akibat dari kebijakan neoliberal yang dianut pemerintahan SBY sejak periode pertama. Tapi, janji pembangunan infrastruktur yang dijanjikan sejak tujuh tahun lalu tak pernah terealisasi. Fuad menyebut SBY tengah membela diri atas kegagalan maupun salah arahnya pembangunan ekonomi.


Namun, Analis Statistik Sosial Badan Pusat Statistik, Jousairi Hasbullah, menanggapi, bahwa akan terkesan sekadar menebar kebencian jika dengan gegabah dan tanpa data mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi era SBY hampir tidak membawa kemajuan kesejahteraan rakyat dan hanya memperhatikan kepentingan orang kaya dan orang asing.

"Untuk menjernihkannya dibutuhkan ukuran-ukuran yang dapat dipercaya dan berlaku serta diakui secara internasional. Salah satu ukuran paling populer yang digunakan di semua negara untuk mengukur perkembangan kesejahteraan lapisan menengah bawah adalah Angka Kematian Bayi atau AKB (Infant Mortality Rates)," ujar Jousairi Hasbullah kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu petang, 6/4), menanggapi kritik pada pemerintah.

Menurutnya, ukuran tersebut disepakati dunia karena merefleksikan keberhasilan atau kegagalan pembangunan di bidang kesehatan, sanitasi, perbaikan gizi dan kesejahteraan masyarakat. Penurunan AKB lebih merefleksikan peningkatan kesejahteraan di lapisan menengah bawah karena AKB pada masyarakat lapisan atas sudah relatif stabil dan sudah sulit untuk diturunkan. AKB adalah indikator kemajuan kesejahteraan masyarakat lapisan menengah bawah.

"Indonesia telah berhasil menurunkan Angka Kematian Bayi-nya dari 29 kematian menjadi hanya 25 kematian per 1000 kelahiran hidup dari tahun 2006 ke tahun 2010. Hanya dalam waktu empat tahun, AKB turun sebesar empat poin," tegasnya.

Ia mengimbuhkan, negara-negara maju Eropa,membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk menurunkan sebesar 4 poin Angka Kematian Bayi tersebut.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya