RMOL. Valentino Rossi mempuÂÂnyai sejarah manis di Sirkuit Jerez, Spanyol yang menjadi tempat seri kedua MotoGP 3 April mendaÂÂtang. Tidak heran, The Doctor bertekad meraih podium pertama di sirkuit sepanjang 4.428 meter itu.
Rossi yang kini membela tim Ducati berharap bisa memperÂbaiÂki prestasi setelah di seri perÂdana menempati posisi ketujuh. Rossi mengaku, sangat mengeÂnal karater lintasan Jerez, buktiÂnya enam kali naik podium perÂtaÂma yakni tahun 2001, 2002, 2003, 2005, 2007, dan 2009.
“Di Qatar saya cukup mengÂalami kesulitan. Terlalu banyak sudut-sudut di sana dan itu meÂnyulitkan bahu saya. Kita lihat saja nanti, dari sudut pandang saÂya, Jerez memiliki karakter lebih mudah, meski saya rasa masih harus sedikit menahan sakit,†kata Rossi dikutip Autosport.
Meski mempunyai sejarah manis, bukan berati Rossi tanpa kendala. Soalnya, motor yang ditungganginya Ducati tidak seÂkonclong pebalapnya.
Sejak 2006, Ducati tidak perÂnah menang di Jerez, dan presÂtasi terbaiknya hanyalah finis ketiga melalui Casey Stoner di tahun 2009.
“Dari sudut pandang teknis, Jerez terlihat bukan karakter sirÂkuit yang cocok untuk Ducati. TaÂpi, saya sangat menyukai sirÂkuit ini dan jelas, kami harus menÂÂcoba untuk meraih hasil yang lebih baik dari seri lperÂdana,†kata peraih juara MotoGP tujuh kali itu.
“Saya terus mencoba meningÂkatkan kekuatan saya, khususÂnya daya tahan saya, tapi setelah SpaÂÂnyol saya akan punya waktu hamÂpir sebulan untuk memulihÂkan diri sepenuhnya, menyusul peÂnunÂdaan seri Jepang,†kata Rossi.
Sementara itu, juara GP Qatar musim ini, Casey Stoner berÂjuang mengakhiri dominasi YaÂmaha Racing di musim ini. BahÂkÂan, pebalap Repsol Honda itu tidak menganggap Dani PedroÂsas sebagai ancaman serius.
“Saya hanya perlu fokus ke diri sendiri. Sebab, kami (saya dan Pedrosa) berada dalam moÂtor yang sama. Jadi Pedrosa buÂkan ancaman serius,†kata Stoner seperti dilansir
MCN.Menurutnya, pertarungan haÂrus fokus pada motor sendiri. JiÂka melihat ke seberang dan terus bertanya, kata Stoner, yang ada hanya omong kosong. “Jadi foÂkus pada motor sendiri,†tandasÂnya.
Di tempat terpisah, pebalap Yamaha, Ben Spies berambisi menyelesaikan misi di Jerez yang pada musim lalu gagal bersinar. Saat itu, Spies membela tim satelit Yamaha Tech 3 finis di posisi ketujuh pada kualifiÂkaÂsi, tapi gagal menyelesaikan baÂlapan lantaran ada persoalan paÂda ban.
“Saya belum menyelesaikan urusan di sini, di Jerez. Saya seÂbenarnya menikmati balapan di sini pada tahun lalu, tetapi harus kecewa karena tidak bisa meraih poin dari balapan. SekaÂrang saya kembali dengan seÂbuah mesin pabrik sehingga saya yakin meÂraih hasil yang tentu saja sedikit berbeda,†katanya.
[RM]