Jenson Button
Jenson Button
RMOL.Dua pebalap McLaren Jenson Button dan Lewis Hamilton membuat kejutan. Keduanya sukses membukukan waktu tercepat pada sesi latihan kedua jelang seri pembuka F1 di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, kemarin.
Button mencatat waktu terÂceÂpat dengan catatan waktu satu meÂnit 25,854 detik. Sedangkan rekannya, Hamilton menduduki peringkat kedua atau terpaut 0,132 detik dari Button.
Hasil tersebut menjadi jaÂwaÂban atas keraguan publik terÂhaÂdap McLaren dalam persaingan balapan musim ini. Pasalnya, dalam beÂberapa sesi latihan terakhir, McLaren menjadi soÂroÂtan setelah mengalami peÂnuÂrunan dan sulit bersaing dengan tim-tim lain seperti Red Bull Racing dan Ferrari.
Kemenangan Button dan Hamilton menjadi pukulan telak bagi dua pebalap Red Bull, Mark Webber dan juara dunia musim lalu, Sebatian Vettel yang memÂbuÂkukan waktu tercepat pada sesi latihan pertama. Di latihan kedua, Webber melorot ke posisi keÂlima, sedangkan Vettel meÂnemÂpati posisi keempat.
Di posisi ketiga, diraih peÂbaÂlap Ferrari, Fernando Alonso dengÂan catatan waktu satu menit 26,001 detik. Hasil itu menunÂjukÂkan performa ‘Kuda JingÂkrak’ tetap konsisten setelah di laÂtihan pertama juga menempati posisi ketiga. Lalu, pebalap gaek Michael Schumacher berhasil memperbaiki catatannya dari poÂsisi kedelapan menjadi keenam di latihan kedua.
Seusai balapan, Hamilton meÂneÂpis spekulasi tentang keÂmungÂkinan dirinya akan hengkang dari McLaren. Pebalap asal IngÂgris itu mengaku akan tetap bersama McLaren.
“Saya sudah berbicara kepada pimÂpinan McLaren hari ini, karena saya ingin meyaÂkinÂkanÂnya lagi bahwa saya tetap di sini. Itulah komitmenku untuk tim, komitmenku untuk menang,†kata Hamilton dikutip Press Association.
Sebelumnya, Hamilton mengÂkriÂtik tim Red Bull yang berhasil menyabet gelar juara dunia dan konstruktor hanyalah ‘pembuat minuman’ dibanding McLaren dan Ferrari yang merupakan paÂbrik manufacturing mobil.
“Red Bull bukan pabrikan, meÂreka adalah perusahaan miÂnuÂman. Ini perusahaan minuman verÂsus sejarah McLaren dan Ferrari. Saya tidak tahu rencana mereka apa,†cetus Hamilton seÂperti dikutip The Guardian.
“Tim kami bertekad untuk memÂbangun pabrik yang lebih besar, seperti Ferrari. Saya nilai tim kami sudah ada di sana daÂlam waktu cukup lama. Ini adalah tim murni dilahirkan unÂtuk balapan,†tegasnya.
Menanggapi ocehan kasar HaÂmilton, Team Principal Red Bull, Christian Horner tidak mau terlalu ambil pusing, dia hanya terÂtawa lepas. MenurutÂnya, Red Bull merasa terhormat bisa meÂngaÂlahÂkan tim-tim besar di ajang F1.
“Saya tidak paham konteks ucaÂpan Hamilton. Tapi peruÂsaÂhaÂan minuman yang dia maksud berÂhasil mengalahkan peruÂsaÂhaÂan dengan teknisi handal dalam beÂberapa tahun belakangan,†ceÂtus Horner.
“Mungkin bukan itu yang dia makÂsud. Red Bull lebih dari seÂkedar perusahaan minuman,†tanÂdasnya seperti dikutip AutoÂsport, kemarin.
Lanjut Horner, apa pun peÂnilaian orang, hasil di lintasan akan berbicara sendiri. Buktinya, daÂlam dua musim terakhir, Red Bull bisa membuktikannya seÂbaÂgai pesaing tangguh.
“Kini, kami berÂusaha meÂlanÂjutkannya lagi tahun ini,†tanÂdasnya. [RM]
Populer
Senin, 23 Maret 2026 | 01:38
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12
UPDATE
Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18
Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11
Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18
Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01
Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56