ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Wacana kudeta oleh purnawirawan jenderal dan isu revolusi yang didengungkan sejumlah aktivis Islam dicibir. Wacana itu dianggap sebagai ajang lucu-lucuan.
"Respon saya itu lucu-lucuan saja. Karena dimana-mana revolusi itu tidak pernah diumumkan, tapi langsung dikerjakan. Kaum revolusioner itu tidak butuh media, tapi kerja di bawah meyakinkan orang. Makanya kita nggak ngerti, ini mau revolusi atau mau show," kata anggota Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Ray Rangkuti, kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 25/3).
Selain itu masih kata Ray, kudeta itu umumnya dilakukan oleh sekelompok orang yang terlatih dan memiliki senjata. Dalam artian, jelas Ray, kudeta itu dilakukan oleh para tentara aktif.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
UPDATE
Kamis, 30 April 2026 | 12:14
Kamis, 30 April 2026 | 11:56
Kamis, 30 April 2026 | 11:43
Kamis, 30 April 2026 | 11:27
Kamis, 30 April 2026 | 11:06
Kamis, 30 April 2026 | 11:05
Kamis, 30 April 2026 | 11:02
Kamis, 30 April 2026 | 10:50
Kamis, 30 April 2026 | 10:45
Kamis, 30 April 2026 | 10:28