Berita

gedung kongres as

AHMADIYAH

Sepelekan Surat Kongres AS, Pemerintah Salah Besar

RABU, 23 MARET 2011 | 15:18 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pemerintah RI sebaiknya tidak meremehkan surat kecaman dari Kongres Amerika Serikat yang dikirimkan pekan lalu ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu berisi kecaman dari 27 anggota Kongres Amerika Serikat atas aksi-aksi kekerasan dan pelarangan aktivitas beribadah yang menimpa jemaat Ahmadiyah di Indonesia.

"Jangan anggap remeh Kongres AS. Mereka adalah elemen paling menentukan untuk aturan main. Ini (surat Kongres) sesuatu awal menuju semacam opini publik dunia," ujar pengamat politik senior Muhammad AS Hikam, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (23/3).

Salah besar bila pemerintah menganggap polemik Ahmadiyah sebagai urusan dalam negeri Indonesia semata. Ahmadiyah, terangnya, adalah international organisation yang juga memiliki pengikut di Eropa, Amerika dan negara-negara maju lain.


Menurut profesor politik lulusan Hawai ini, kasus Ahmadiyah di Tanah Air telah menyentuh empat syarat penting untuk disikapi serius pemerintah RI. Syarat utama adalah pelanggaran hak beribadah. Kedua, Ahmadiyah adalah organisasi internasional. Ketiga, kelompok penegak HAM menganggap isu pelarangan Ahmadiyah sebagai isu penting. Keempat, masalah Ahmadiyah telah jadi isu internasional yang rawan mengalami distorsi.

"Ahmadiyah jadi persoalan serius kalau pemerintah tidak mampu menjelaskannya pada masyarakat internasional, dalam hal ini Kongres AS. Kita harus buktikan kita tak lakukan impunitas pada pelaku penganiaya jemaat Ahmadiyah," lanjut Hikam.

"Pelarangan beribadah itu melanggar prinsip HAM internasional. Dan bila kasus ini masuk ke PBB, maka kita akan kehilangan klaim sebagai negara demokrasi terbesar ketiga," tegasnya.

Mengenai sikap pemerintah yang terkesan menyepelekan kecaman Kongres AS, sangat disayangkan mantan menteri era Presiden Abdurrahman Wahid ini. Sangat disayangkan, sikap anggap remeh itu juga didukung DPR yang merasa paling nasionalis.

"Jangan tunggu surat Kongres AS itu jadi masalah besar dan melebar kemana-mana. Ketika sudah jadi besar, upaya penyelesaiannya akan jadi terlalu kecil dan terlalu terlambat. Hilangkan mentalitas menyepelekan seperti ini," tukas Hikam.

Pada surat bertanggal 15 Maret yang ditujukan langsung ke SBY, 27 anggota Kongres Amerika Serikat mengecam aksi-aksi kekerasan yang menimpa jemaat Islam Ahmadiyah. Mereka secara eksplisit menentang penerbitan Peraturan Daerah seperti di Jawa Barat dan Jawa Timur yang membatasi kegiatan Jamaah Ahmadiyah. Menurut Anggota Kongres AS, Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama dan Jaksa Agung yang ditandatangani Juni 2008 adalah sumber merebaknya konflik antara masyarakat dengan Jamaah Ahmadiyah. Para anggota Kongres juga menyoroti insiden Cikeusik pada 6 Februari lalu, dimana ratusan warga Pandeglang Banten menyerbu sekitar 25 orang pengikut Ahmadiyah.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya