Berita

NEGARA GAGAL

Kita Punya Ciri Negara Gagal yaitu Hukum yang Tidak Bisa Dinalar

RABU, 23 MARET 2011 | 11:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Sebuah pertemuan para Gurubesar dan pimpinan Universitas di Universitas Negeri Jakarta, awal bulan Februari lalu, memberi peringatan pada pemerintah sebelum negara ini jatuh dalam kegagalan. Dari laporan Failed State Index tahun 2010, Indonesia berada di peringkat 61 dari 177. Untuk tahun ini, peringkat Indonesia terancam melorot lagi kalau efektifitas pemerintahan tak segera dibenahi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida, di Gedung DPD RI, Jakarta (Selasa, 8/2) mengatakan, Indonesia nyaris menjadi negara gagal. Kepemimpinan nasional begitu lemah dalam mengelola negara. Karena merasa prihatin, beberapa orang lintas partai, pengamat dan aktivis akan mendeklarasikan Gerakan Penyelamatan Bangsa.

Satu yang penting dari ciri-ciri failed state adalah negara tidak bisa menjamin hak-hak rakyatnya, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri. Institusi-institusi demokrasi juga gagal dipertahankan. Dari segi tata negara, kapan negara itu tidak dapat memenuhi perintah konstitusi, maka negara  itu disebut negara gagal atau minimal nyaris gagal.


"Kita lihat saja soal Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sampai sekarang tidak tuntas padahal itu perintah konstitusi. Setiap orang berhak mendapat kehidupan layak dan jaminan kesehatan dan keamanan. Apakah kita resah dan tidak nyaman? Itu berarti kita berada dalam negara gagal," ujar pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 23/3).

Indikasi paling mutakhir untuk menilai Indonesia sebagai negara dalam ancaman kegagalan ada penagakan hukum yang tidak bisa dinalar.

"Bagaimana bisa ada yang disuap sudah ditahan, tapi tidak ada penyuap? Bagaimana bisa seorang terdakwa menyebutkan aliran uang di pengadilan, tapi KPK tidak bisa telusuri uang iti kemana saja," ungkapnya prihartin.

Selanjutnya, saat ini ada ratusan ijin pemeriksaan terhadap Gubernur, Bupati, Walikota yang tidak kunjung diturunkan oleh Presiden. Padahal, di dalam konstitusi dinyatakan jelas bahwa Indonesia adalah negara hukum.

"Di pasal 1 ayat 3  dan Pasal 28 i ayat 5 UUD 45, kita nyatakan diri sebagai negara hukum demokratis. Berarti seharusnya hukumnya bisa dinalar. Negara hukum itu harus bisa berikan harapan hidup yang layak," tegasnya.[ald]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya