Berita

persatuan sepakbola seluruh indonesia (pssi)

Olahraga

Tak Disebut FIFA, 4 Nama Balon Ketum Masih Bisa Nyalon

SELASA, 22 MARET 2011 | 01:54 WIB

RMOL. Komite Pemilihan yang akan di­bentuk PSSI pada kongres 26 Maret mendatang wajib  menaati perintah FIFA. Ini ha­rus dila­ku­kan agar pelak­sa­na­an kongres pemilihan ketua umum tidak mengalami pe­nun­da­an lagi, yang akibatnya akan me­nambah ru­nyam kondisi se­pakbola In­donesia.

Pernyataan itu ditegaskan prak­­tisi sepakbola Indonesia yang juga bekas manajer tim na­sional Indonesia Irawadi D Ha­nafie. Menurut Irawadi, sesuai pe­rintah FIFA seperti tercantum dalam situs resmi mereka, PSSI harus menggelar dua kongres itu dengan standar statuta FIFA.

“Komite pemilihan harus jeli dan tegas menegakkan sta­tuta FIFA tersebut,” ujar Ira­wadi saat dihubungi di Jakarta, ke­marin.


Terkait empat nama calon ke­tua umum yang se­be­lum­nya telah digugurkan oleh Ko­mite Banding, Irawadi me­nilai, sam­pai sejauh ini FIFA ti­dak per­nah menyebut nama, se­hingga  empat orang itu masih mungkin untuk dicalonkan kembali.

“FIFA hanya mengatakan bah­wa mereka setuju dengan ke­­pu­tu­san komisi banding PSSI yang me­no­lak pen­ca­lo­nan empat orang ter­sebut. Mereka tidak pernah me­­nye­but nama, seperti yang di­se­butkan Ketua KON/KOI Rita Subowo,” ulas Irawadi, yang ju­ga bekas bendahara PSSI dan KONI Pusat ini.

Mengenai pasal 35 ayat 4 sta­tuta FIFA atau yang dikenal deng­an pasal kriminal, Irawadi me­nilai, tidak semua negara me­masukkan itu dalam statuta me­reka. Selain itu, setiap federasi ju­ga boleh menafsirkan pasal itu sesuai kondisi yang ada di negara masing-masing.

“Malaysia dan Australia saja ma­lah tidak mencantumkan pa­sal itu dalam statuta mereka se­hingga saya rasa itu bukan men­ja­di permasalahan pokok. Malah sa­ya sendiri bingung karena yang menyetujui statuta PSSI du­lu adalah anggota PSSI, ke­na­pa baru sekarang mereka ber­teriak-teriak tentang pasal itu?” paparnya.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya