Berita

perang libya/ist

Dunia

PERANG LIBYA

Minyak, Alasan Utama Intervensi AS dan Sekutunya

SENIN, 21 MARET 2011 | 10:30 WIB | LAPORAN:

RMOL. Kelanjutan dari situasi di Libya sangat erat kaitannya dengan kepentingan negara-negara Eropa dan AS, terutama yang mempunyai kepentingan investasi pada ladang minyak dan pasokan minyak dari Libya.

Demikian ungkap pakar politik dan hubungan inaternasional dari Universitas Parahyangan, Andreas Hugo Pareira dalam bincang-bincang dengan Rakyat Merdeka Online pada hari Minggu malam (20/3) .

“Oleh karena itu, intervensi negara-negara AS, Prancis, Inggris atas nama kemanusiaan hanya merupakan alasan sampingan,” ujar pria yang juga menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Hankam ini.


Alasan utama, lanjut Pareira, tetap kontrol atas ladang-ladang minyak dan jaminan supply ke negara-negara tersebut tidak terancam.

Dari pihak Kaddafi, tampaknya point of no return. Semangat revolusioner dan daya tempur Kaddafi yang berlatar belakang seorang Badui gurun pasir masih tetap tinggi. Dan Kaddafi menyadari betul, bahwa intervensi AS dan beberapa negara Eropa tidak lebih dari upaya mengamankan kepentingannya.

Namun bagi AS dan sekutunya, faktor pasca Kaddafi juga masih menjadi tanda tanya, karena di luar Kaddafi tidak ada pemimpin yang mempunyai kapasitas leadership yang mampu mengontrol Libya. Sementara terjadi perpecahan di tubuh militer. Bedanya Libya dan Mesir, di Libya militernya dalam kubu oposisi dan kubu Kaddafi. Sehingga sulit diandalkan untuk menjadi kepanjangan tangan AS dan sekutunya.

“Sementara belum ada pemimpin alternatif di luar Kaddafi. Sehingga kemungkinannya, pertama, AS dan sekutunya akan kembali berkompromi dengan Kaddafi. Kedua,  terjadi perang saudara dan PBB turun tangan sehingga muncul pemimpin boneka seperti Afghanistan. Dan yang ketiga, terjadi perluasan wilayah perang dan meningkatnya anti AS dan sekutunya di Timur Tengah,” ujar Andreas Pareira terkait prediksi masa depan Libya. [arp]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

Kadisdik DKI Senang Lihat Kemping Pramuka di SDN 11 Kebon Jeruk

Sabtu, 10 Januari 2026 | 02:03

Roy Suryo Cs Pastikan Menolak Ikuti Jejak Eggi dan Damai

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:47

Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Amanat Reformasi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:14

Kesadaran Keselamatan Pengguna Jalan Tol Rendah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 01:04

Eggi dan Damai Temui Jokowi, Kuasa Hukum Roy Suryo Cs: Ada Pejuang Ada Pecundang!

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:34

Debat Gibran-Pandji, Siapa Pemenangnya?

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:19

Prabowo Didorong Turun Tangan terkait Kasus Ketua Koperasi Handep

Sabtu, 10 Januari 2026 | 00:04

Eggi dan Damai Mungkin Takut Dipenjara

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:46

Relasi Buku Sejarah dan Medium Refleksi Kebangsaan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:42

Kadispora Bungkam soal Lahan Negara di Kramat Jati Disulap Jadi Perumahan

Jumat, 09 Januari 2026 | 23:07

Selengkapnya