RMOL. Direktur Badan Tim NaÂsioÂnal (BTN) PSSI, Iman Arif meÂngatakan, haÂnya tiga sampai lima pemain De Jong Indonesia (DJI) yang berÂpoÂtensi menjadi pemain timnas. ItuÂpun harus dilihat terlebih daÂhuÂlu dalam beberapa kali ujiÂcoÂba.
“Kalau untuk sekali perÂtanÂdingÂan saya rasa belum. Kita perÂlu melihat mereka beberapa kaÂÂli pertandingan. Potensi sih ada. Kalau kita lihat tadi ada sÂeÂkitar 3 sampai 5 pemain yang berÂÂpoÂtensi,†ujar Iman seusai perÂÂtanÂdingan persahabatan anÂtara De Jong Indonesia versus PeÂlita Jaya U-21 yang berakhir dengan keÂdudukan imbang 1-1 di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, BTN membuka peÂluang buat siapa saja yang ingin membela tim Merah Putih. Selain syaratnya memiliki garis keturunan Indonesia, juga harus lolos seleksi.
De Jong Indonesia (DJI) merupakan tim yang dihuni para pemain Belanda keÂtuÂrunan InÂdonesia. Setelah berÂkunjung ke Maluku, Ambon, DJI kini berada di Jakarta guna menÂjalani berbagai kegiatan.
Kemarin, DJI melakukan perÂtandingan persahabatan melaw an PeÂlita Jaya U-21 yang berakhir 1-1. Gol DJI dipersÂemÂbahÂÂkan Michael Van Vin seÂdangÂkan gol balasan PeÂlita Jaya U-21 diciptakan Riyadi.
Dalam pertandingan kemarin, Pelita Jaya juga diperkuat peÂmain muda yang akan dinatuÂraÂlisasi, Diego Michelis.
Sebelumnya DJI berkunjung ke kantor Menegpora di SeÂnaÂyan, Jakarta. Saat ditanya staf ahli Menpora, Ivana Lie, siapa yang ingin membela timnas InÂdoÂnesia, seluruh pemain seÂremÂpak langsung tunjuk tangan.
Sementara itu, tentang OkÂtoÂÂviaÂnus Maniani dan Boaz SaÂlosÂsa yang dicoret dari timnas, Iman mengatakan kedua pemain terÂsebut masih memiliki keÂsemÂpatan untuk kembali bergabung di timnas.
“Yang pasti mereka masih meÂmiliki kesempatan untuk kemÂbali ke timnas. Rencananya kita akan melakukan pendekatan dengan mereka,†jelasnya.
BT, kata Iman,N masih memÂbutuhkan tenaga mereka untuk menambah daya dobrak timnas.
“Jujur saja pemain seperti Okto memang bagus. MuÂÂdah-mudahan dengan adanya pendeÂkaÂtan nantinya tidak ada maÂsalah,†harapnya.
Okto dan Boaz dicoret pelatih Alfred Riedl karena dinilai tidak disiplin. Namun, potensi keduanya dinilai masih yang terbaik di tanah air. Boaz saat ini menjadi top skorer Liga Super Indonesia.
[RM]