Berita

suhardi/ist

Ketum Gerindra: SBY Tidak Pernah Janjikan Apa-apa, Begitupun Kami

RABU, 09 MARET 2011 | 11:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Tadinya, pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Selasa, 1/3) tentang evaluasi koalisi dipastikan melahirkan wajah baru Sekretariat Gabungan Koalisi. Setelah sepekan dinanti, pidato panjang lebar SBY malah anti klimaks. Golkar sudah bisa dipastikan tetap nongkrong di dalam koalisi. Sementara PKS masih digantung, walau sinyal kuat menyatakan partai dakwah itu akan tetap aman di kabinet.

Di luar koalisi, Partai Gerindra yang dijagokan bakal mengisi salah satu kursi kosong koalisi yang ditinggalkan Golkar ataupun PKS, lama kelamaan jadi faktor yang tidak diperhitungkan lagi. Padahal, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sudah secara terbuka menyodorkan syarat pada SBY untuk bisa bersama di Setgab dan kabinet. Dari mulai perubahan angka parliamentary threshold, sampai kursi empuk kabinet jadi prasyarat. Bahkan, sebelumnya penolakan Gerindra terhadap angket pajak di DPR jadi bukti bahwa partai kepala Garuda siap menyeberang jadi pembela pemerintah.

Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, yang dijagokan mengisi kursi Menteri Pertanian, membantah jika partainya disebut gundah gulana menanti kepastian dari Yudhoyono. Ia menegaskan, lebih penting bagi Gerindra untuk menggalang kekuatan menghadapi Pemilu 2014.


"Saya tidak tahu (kepastian dari SBY). Saya saja sedang keliling dari Sumatera, Padang, Jambi dan ini baru mau kembali ke Jakarta," tegas Suhardi saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (9/3).

Gerindra saat ini memilih gencar berkampanye untuk Pilkada tahun 2011, penguatan basis untuk verifikasi Parpol dan penguatan kualitas kader di daerah. "Saya lebih fokus memperbaiki struktur di bawah, agar waktu verifikasi kami lebih kuat, perbanyak lapisan bawah agar kader lebih militan dan semua terjaga baik. Tiga tahun ke depan itu singkat," imbuhnya.

Gurubesar Universitas Gajah Mada ini mengingatkan, opsi menolak angket pajak di DPR tidak terkait dengan isu koalisi. Gerindra tidak pernah ditawari atau menawarkan diri masuk kabinet. Menurutnya, penolakan Gerindra adalah karena persoalan pajak jauh kalah penting daripada isu ketahanan pangan yang jadi perhatian Prabowo Cs.

"Penolakan angket itu hanya perhitungan kami. Bangsa  ini lebih parah di bidang pangan dan lebih memerlukan perhatian luar biasa. Pajak itu penting, tapi mulut 250 juta yang harus makan, siapa yang urus. Sementara anggaran lebih banyak untuk impor pangan, tapi tidak ada yang ditanam di bumi," paparnya.

"Kami tidak merasa dijanjikan oleh SBY, dan begitupun kami tidak pernah menjanjikan apa-apa," pungkas Suhardi.[ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya