Berita

Valentino Rossi

Olahraga

Superbike Rencana Cadangan The Doctor

SENIN, 07 MARET 2011 | 06:57 WIB

RMOL. Jika tak mampu lagi bersaing di ajang MotoGP, Valentino Rossi menatap Superbike se­bagai tumpuan karir selanjutnya. Sete­lah itu dia siap menggantung helm.

Sebelumnya sempat beredar ru­mor jika pebalap Ducati itu ingin hijrah ke ajang balap jet da­rat Formula Satu (F1) jika sudah tidak aktif di arena balap motor prototype tersebut.

Bahkan, The Doctor sempat beberapa kali menjajal mobil F1 ber­sama tim ‘Kuda Jingkrak’ Ferrari. Catatan waktu yang di to­rehkan pebalap asal Italia itupun terbilang ciamik, se­hing­ga mem­buat gosip ke­pinda­hannya ke F1 makin santer terdengar.


Namun Dengan usianya yang menginjak 32 tahun, boleh jadi Rossi memang sudah terlalu tua untuk banting setir ke roda empat khususnya F1. Tak ayal The Doctor pun mengindikasikan ketertarikannya bermain di kancah Superbike, bersama Du­cati, yang saat ini adalah timnya di MotoGP.

“Dalam beberapa tahun ke depan saat saya sudah makin tua, namun tidak mustahil saya membalap di Superbike bersama Ducati,” kata Rossi.

Namun, dari hasil tes pra­mu­sim bersama tim barunya, man­tan pebalap Yamaha ini belum menampilkan performa ter­baik­nya. Rossi juga masih terkendala dengan performa tunggangan yang menurutnya masih belum stabil di tikungan.

“Motor ini (Ducati) masih sedikit kepayahan di tikungan, kami harus kerja keras untuk mem­benahinya sebelum bala­pan,”  kritik juara dunia tujuh ka­li di kelas primer itu.

Ia juga menambahkan kalau kondisi fisiknya masih belum seratus persen. Usai menjalani operasi bahu akhir musim 2010 lalu, ia masih harus menjalani proses menuju puncak kebugaran.

Bagi bekas pebalap MotoGP, ajang Superbike memang kerap menjadi sebuah opsi jika mereka sudah tidak mampu lagi bersaing di ajang Grand Prix. Bekas pebalap-pebalap MotoGP yang hijrah ke balap motor pabrikan itu antara lain, Carlos Checa, Max Biaggi, Chris Vermeulen, Makoto Tamada, dan Alex Barros.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya