Berita

Nurdin Halid

Olahraga

Nurdin Mulai Lunak Pada LPI

SABTU, 05 MARET 2011 | 03:18 WIB

RMOL. Tuduhan dari Duta Besar RI un­tuk Swiss Djoko Susilo ke­pada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, yang dianggap me­nyem­bunyikan surat dari FIFA tahun 2007 yang kabarnya berisikan perintah agar Nurdin Halid tidak maju lagi sebagai Ketua Umum PSSI dimentahkan oleh yang bersangkutan.

Nurdin Halid juga me­nya­ta­kan jika surat dari FIFA yang me­reka terima tidak seperti yang di­tuduhkan. Nurdin mengatakan hal itu kemarin sore setelah ber­te­mu dengan Ketua Umum Ko­mite Olahraga Nasional In­do­nesia/Komite Olimpiade In­do­nesia (KONI/KOI), Rita Su­bo­wo, di kantor KONI/KOI, Se­nayan, Jakarta.

Sehari sebelumnya Duta Besar In­donesia untuk Swiss, Djoko Susilo, mengatakan Nurdin telah berbuat kebohongan dengan menyembunyikan surat larangan FIFA.


Organisasi yang berkantor pu­sat di Zurich, Swiss, ini pada Juni 2007 sebenarnya sudah me­la­rang Nurdin menjadi Ketua Umum PSSI karena ia divonis ber­salah dan dipenjara.

FIFA dalam suratnya meminta PSSI melakukan pemilihan ulang Ketua Umum PSSI.

“Tapi Nurdin dan petinggi PSSI lainnya menyembunyikan surat FIFA itu dan tetap menjabat hingga sekarang. Ini tindakan kebohongan. Ini sudah kriminal sebenarnya,” kata Djoko.

Tentang keputusan FIFA yang me­minta PSSI untuk segera me­nye­lesaikan persoalan mengenai ‘break­away league’, otoritas se­pak bola tertinggi di Indonesia, pim­pinan Nurdin Halid siap m­elakukan pertemuan dengan pi­hak Liga Primer Indonesia (LPI) untuk mencari jalan keluar agar Indonesia tidak terkena sanksi dari FIFA.

“Mengingat ancaman FIFA ini ti­dak main-main, kita akan me­la­kukan pertemuan dengan LPI da­lam hal ini kita sudah ber­koor­dinasi dengan Arifin Panigoro yang akan difasilitasi oleh Ketua KONI/KOI dalam hal ini, ibu Rita Subowo,” kata Nurdin.

Nurdin tetap bersikeras, antara PSSI dan LPI harus duduk ber­sama untuk menyelamatkan se­pak bola Indonesia agar tidak di­kenai sanksi dari FIFA.

“Pada awalnya, sejak awal ka­mi tidak mengakui LPI, de­mi­ki­an juga FIFA, tapi karena ini su­dah keputusan FIFA, mau di­bi­lang apa lagi, kita harus me­n­taatinya dan mencoba me­nye­lesaikan masalah ini, kita harus me­nyelamatkan sepak bola In­donesia,” jelas Nurdin.

Ketika ditanya apakah ini me­rupakan bentuk dari me­lu­nak­nya sikap PSSI terhadap LPI, Nurdin tidak menjelaskan se­cara rin­ci.   [RM]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Efisiensi Perjalanan Dinas: Luar Negeri 70 Persen, Dalam Negeri 50 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:18

MPR Minta Pemerintah Tarik Pasukan TNI dari Misi UNIFIL

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:11

Imparsial: Andrie Yunus Buka Sinyal Gelap Pembela HAM

Selasa, 31 Maret 2026 | 22:05

Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang Tiga Hari

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:53

Kemenkop–KemenPPPA Kolaborasi Perkuat Peran Perempuan Lewat Kopdes

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:45

Lippo Cikarang Tegaskan Tidak Terkait Perkara yang Diusut KPK

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35

Membaca Skenario Merancang Operasi Gagal

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:28

BSA Logistics Melantai di Bursa Bidik Dana Rp306 Miliar

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18

Jusuf Kalla Bereaksi atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

Selasa, 31 Maret 2026 | 21:01

Diaspora RI Antusias Sambut Kedatangan Prabowo di Seoul

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:56

Selengkapnya